|
Jakarta Pusat
Penderita Demam Berdarah dan Diare Terus Meningkat
Selasa, 25 Januari 2005 | 19:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah penderita demam berdarah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, terus meningkat. Hari ini penderita demam berdarah yang tercatat dirawat di rumah sakit tersebut mencapai 19 orang.
"Padahal pada hari-hari biasa jumlah penderita kurang dari 10 orang," kata Atijah, Kepala Perawatan RSUD Tarakan, kepada Tempo, Selasa (25/1).
Peningkatan pasien demam berdarah itu dirasakan Atijah sejak akhir pekan lalu. Rata-rata penderita justru kalangan dewasa. Dari 19 penderita, 14 di antaranya adalah golongan umur remaja dan dewasa. "Anak-anak hanya 5 orang," katanya.
Jenis demam berdarah yang diderita para pasien masih dalam kategori DHF (dengue heimoragic fever) atau pada tingkatan rendah. Bahkan, dua pasien di antaranya masih dalam tahap observasi.
Menurut Atijah, hal ini terjadi kemungkinan karena informasi tentang demam berdarah telah meluas sehingga begitu mengetahui ada demam keluarga pasien langsung membawa ke rumah sakit.
Atijah mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi peningkatan pasien demam berdarah dengan menyediakan tempat tidur cadangan. Dari 50 tempat tidur lipat yang ada di gudangnya, saat ini telah digelar sekitar 20 tempat tidur cadangan ditambah 10 tempat tidur untuk anak.
"Ini untuk mengantisipasi barangkali dalam waktu dekat jumlah penderita demam berdarah terus meningkat," ujarnya.
Selain demam berdarah, jumlah penderita penyakit diare juga meningkat. Hingga saat ini pasien diare di RSUD Tarakan telah mencapai 16 orang. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding hari-hari biasa. "Hari-hari biasa jumlah penyakit ini kurang dari sepuluh," ujarnya.
Ramidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|