Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Waspada Leptospirosis, Jauhi Genangan Air
Rabu, 26 Januari 2005 | 16:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Di musim hujan ini sejumlah bibit penyakit gampang berbiak. Selain wabah demam berdarah yang sudah memakan korban jiwa, masyarakat Jakarta juga harus mewaspadai berbiaknya parasit leptospira (leptospyra batavie) yang menyebabkan penyakit leptospirosis. "Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, sudah tujuh pasien yang menderita penyakit leptospirosis," kata Evy Zelvino, kepala Hubungan Masyarakat Dinas Kesehatan Jakarta kepada Tempo via sambungan t telepon, Rabu (26/1).

Di musim hujan ini, penyebaran penyakit sangat mudah, Karena itu, "Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan sebab sejumlah penyakit seperti leptospirosis dan demam berdarah, penyebarannya disaranai oleh air yang tergenang," kata Dr. Widayat Joko Santoso, spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo kepada Tempo, Rabu (26/1). Nah, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan tengah merawat tujuh pasien yang menderita penyakit leptospirosis.

Menurut Widayat, leptospirosis atau kita kenal sebagai penyakit kencing tikus (karena berasal dari kotoran hewan yakni air kencing tikus) amat mungkin terjadi di musim hujan seperti sekarang ini. Parasit leptospira (sejenis cacing) ini berbentuk seperti spiral dan berukuran sangat kecil tetapi lebih besar dari bakteri dan virus. Penyakit ini bisa menyerang hewan dan manusia, serta dapat hidup di air tawar dalam jangka lama. "Di RSCM sendiri sudah ada kasus dan saat ini sedang dirawat," kata dokter spesialis ini. Pasien yang dirawat di RSCM karena leptospirosis ini bahkan sudah mengalami gagal ginjal sehingga harus menjalani pencucian darah.

Tapi, "Kami belum tahu apakah karena dia kronis ginjal ataukah akut karena leptospirosis," kata Widayat. Menurutnya pasien yang dikatakan akut menderita leptospirosis akan mengalami komplikasi penyakit dalam, diantaranya gagal ginjal dan gagal hati (lever). "Dia (leptospira) masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak di ginjal (saluran kencing) kemudian balik ke dalam darah menyerang lewat pembuluh darah," kata Widayat lagi.

"Gejala klinis yang tampak dari penderita leptospirosis seperti layaknya demam yang lain kemudian mata kekuningan dengan semburat pembuluh darah matanya kemerahan," kata dokter ahli ini. Uji darah dengan serum anti leptospira di laboratorium akan memungkinkan terhindarnya kesalahan diagnosa.

Pada stadium awal manusia yang terserang mengalami demam tinggi, badan mengigil seolah kedinginan, lesu, dan perut eneg, muntah, radang mata seperti iritasi, dan rasa nyeri pada otot betis. Jika betisnya disentuh pasti kesakitan. Gejala itu akan tampak antara empat sampai sepuluh hari setelah tertular.

Kemudian pada stadium kedua, parasit ini membentuk antibodi dalam tubuh penderita, dengan indikasi klinis yang lebih berat dari pada stadium awal. Stadium ini terjadi antara minggu kedua dan keempat. Jika makin parah efeknya akan ke mana-mana seperti pada ginjal (akan mengakibatkan gagal ginjal),jantung yang terkena akan berdebar tidak teratur, membengkak dan gagal jantung. Pembuluh darah mengalami kebocoran dan akibatnya di saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran genitilia terjadi pendarahan.

Reservoir atau pembawa parasit leptospira adalah tikus. "Mereka hidup di saluran kencing tikus dan terbuang digenangan," lanjut Widayat. Parasit ini tidak berbahaya bagi vektor (hewan pembawa) tetapi bisa jadi mematikan untuk manusia. Penularan di tempat kering kemungkinannya kecil terjadi juga penularan langsung dari manusia ke manusia lain jarang sekali terjadi.

Namun, banyak jenis hewan yang bisa menjadi perantara tidak hanya tikus. Bebeberapa hewan lain, seperti babi, anjing, kambing, kuda, kucing, kelelawar dan jenis serangga tertentu juga bisa.

Paling mudah, parasit ini masuk melalui permukaan tubuh yang terbuka. "Apalagi luka. Mereka masuk karena kulit yang terendam lama jadi lembek lunak dan parasit jadi mudah masuk," kata Widayat. Manusia bisa terinfeksi Leptospira melalui kontak dengan air tanah atau tanaman yang telah dikotori air seni hewan.

Masa inkubasinya relatif cepat anatara empat sampai sepuluh hari. "Cepat tidaknya penularan tergantung tiga faktor yaitu hause atau orangnya, kemudian agennya (kuman) dan lingkungannya sendiri," kata Widayat. Orang yang dalam kondisi lemah, perut lapar, stres mudah kena penyakit apalagi lingkungan yang tidak bersih dan memungkinkan parasit ini berada.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pasien penderita demam berdarah di RS Grogol, Jakarta [ Rini PWI/ TEMPO; 27C/127/88; 20001216 ]. Pasien penderita demam berdarah di RS Grogol, Jakarta [ Rini PWI/ TEMPO; 27C/127/88; 20001216 ].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

75 Persen Kota Solo Daerah Endemi Demam Berdarah
Muntaber Meningkat, Camat dan Kuwu Dilarang Keluar Indramayu
Penderita Demam Berdarah dan Diare Terus Meningkat
Nyamuk Demam Berdarah Lebih Pintar
Tiga Orang di NTT Tewas Akibat Demam Berdarah
Pasien DBD Terus Bertambah di RSUP Fatmawati
Penderita Demam Berdarah di Sumatera Selatan Meningkat
31 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Endemi Demah Berdarah
Penyakit Demam Berdarah Mulai Meluas di DIY
Saban Hari Tiga Penderita Demam Berdarah Masuk Rumah Sakit
> selengkapnya...


Referensi

Demam Berdarah
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Status Propinsi Terhadap KLB DBD (sampai dengan 17 Maret 2004)
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data