Warga Lorong W Akan Bangun Rumahnya Kembali yang Digusur

Kamis, 27 Januari 2005 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Warga Lorong W Barat, Tanjung Priok, akan bertahan di lokasi bekas rumah yang digusur pemerintah Kota Madya Jakarta Utara, Rabu (26/1) lalu. Mereka akan mencari kesempatan untuk membangun kembali rumahnya yang sudah menjadi puing-puing rongsokan.

Beberapa warga tampak memilih sisa bangunan yang bisa dimanfaatkan. Muhammad Taji, salah satu warga yang tengah membangun rumah kembali. "Yang penting berjarak tiga meter dari rel," kilahnya saat ditanya Tempo, Kamis (27/1).

Dia bersama istri dan tiga orang anaknya untuk sementara menumpang di rumah warga yang tidak terkena gusuran. "Ini namanya memberantas rakyat kecil, bukan membantu rakyat kecil," kata Taji dengan nada protes.

Walau pemerintah melarang untuk membangun kembali di areal tersebut, Taji mengaku tetap akan mendirikan bangunan seadanya. Pria 35 tahun ini mengaku tidak memiliki pilihan tempat tinggal. Mata pencahariannya sebagai kuli di pelabuhan, tak cukup untuk menyewa rumah di tempat lain.

Kepala Suku Dinas Trantib dan Linmas Jakarta Utara Tonni Budiono mengatakan, tidak ada program untuk membersihkan sisa pembongkaran. "Itu bukan tugas kami. Pembersihan puing-puing tugas pemilik tanah, yaitu Departemen Perhubungan," katanya kepada wartawan.

Ditemui terpisah, Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan Jakarta Utara Yuliadi menambahkan, pihaknya sudah menyediakan uang kerohiman Rp 500 ribu bagi warga korban gusuran. Uang tersebut dapat diambil di kantor Kelurahan Tanjung Priok. "Kalau tidak diambil salah sendiri," ujarnya.

Menurut Yuliadi, jika warga memilih tetap tinggal dan membangun kembali pada Lorong W, maka pihaknya akan kembali membongkarnya. Karena keputusan untuk mengosongkan areal rel kereta sudah final. "Mereka harus pindah meskipun memakai tenda sementara," katanya.

Tito Sianipar-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: