|
Nasional
Migran Care Demo di Kedubes Malaysia
Senin, 31 Januari 2005 | 12:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 20 orang yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migran Care) berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia. Mereka meminta pemerintah Malaysia memperlakukan tenaga kerja Indonesia secara manusiawi.
Hari ini, Senin (131/1) adalah tenggat akhir bagi tenaga kerja ilegal yang tidak berdokumen untuk menikmati kebebasannya di Malaysia. Besok Pemerintah Malaysia akan mengusir paksa sekitar 1,2 juta tenaga kerja ilegal, 800 ribu orang di antaranya berasal dari Indonesia.
Menurut Anis Hidayah, direktur Migran Care, Kedutaan Besar RI di Malaysia sampai saat ini belum dapat mengkalkulasi berapa jumlah TKI ilegal yang berada di Malaysia. "Kami meminta KBRI jangan diam saja ketika TKI dijadikan binatang buruan, majikan Malaysia hanya mau mereke kerja, tetapi tidak mau peduli dengan nasib TKI," katanya.
Koordinator khusus Migran Care Ali Muchsin mengatakan, sebenarnya pemerintah Indonesia dapat melobi Malaysia agar pemutihan ---perubahan status menjadi TKI legal--- dapat dilakukan Malaysia tanpa harus memulangkan TKI ke Indonesia terlebih dahulu. "Ini dapat memudahkan karena mereka tidak perlu mengeluarkan dana yang besar," ujar Ali.
Selain itu, posisi tawar TKI sebenarnya lebih tinggi ketimbang tenaga kerja migran lainnya yang berasal dari Pakistan, Filipina atau pun India. "Kita mempunyai kultur dan agama yang sama dengan masyarakat Malaysia, sehingga mereka lebih suka memperkerjakan TKI," ujarnya. Karena itu, pemerintah semestinya bisa mempergencar lobi.
Evy Flamboyan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Megawati Soekarnoputri dan Martha Toni
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|