|
Jakarta
Puluhan Karyawan SCTV Keracunan Usai Syukuran Logo Baru
Senin, 31 Januari 2005 | 23:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak dua puluh satu karyawan Surya Citra Televisi (SCTV) muntah-muntah usai menikmati hidangan makan siang dalam rangka syukuran logo baru perusahaan tersebut yang bertajuk Satu Untuk Semua. Acara itu sendiri berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di Grha SCTV Jl. Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta.
"Penyebabnya belum dapat dipastikan, tapi contoh makanan tersebut sudah dibawa untuk pemeriksaan di laboratorium sebuah rumah sakit," ujar Gina Supardi, Senior Manager Coorporate Communication, Senin (31/1) malam. Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui persis ke rumah sakit mana sampel makanan tersebut dikirim. "Saya belum mendapat informasi pasti, soalnya tadi sedang rapat," ujarnya beralasan.
Menurut kisahnya, sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, Senin (31/1), pihak SCTV mengadakan syukuran dalam rangka peluncuran logo baru perusahan tersebut yang dihadiri sebagian besar jajaran karyawannya. Kotak yang berisi nasi kuning dengan lauk sambal goreng ati, telur dadar dan ayam goreng menjadi hidangan acara tersebut. "Acara syukurannya biasa saja, hanya makan siang yang dihadiri karyawan. Tidak ada yang terlalu istimewa," ujarnya.
Namun demikian, menurutnya, tiba-tiba pihaknya dikejutkan adanya sejumlah karyawan yang mengeluh muntah-muntah. Keluhan karyawan itu sendiri, menurutnya pula, terjadi pada kisaran pukul 17.00 WIB, sore tadi, Senin (31/1). "Kami kaget karena sebelumnya seperti baik-baik saja. Saya sendiri sedang rapat mengenai Aceh saat itu," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyatakan, seluruh karyawan yang mengalami gangguan tersebut, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta yang terletak di bilangan Jalan Jenderal Sudirman. "Bahkan, pihak rumah sakit sudah kami hubungi untuk siap bila sewaktu-waktu menerima tambahan pasien dari karyawan kami," ujarnya pula.
Menurut pengakuannya, kondisi karyawan yang mengalami pengobatan di rumah sakit tersebut sudah berangsur membaik setelah dokter memberinya norit. "Sebagian sudah diperbolehkan pulang," tutur Gina lagi.
Menurutnya pula, saat ini pihak SCTV sedang berusaha untuk terus memantau perkembangan kesehatan karyawannya. "Pemantauan selain yang di rumah sakit juga kepada karyawan lain yang mungkin juga mengalami hal yang sama. Siapa tahu jumlahnya bertambah," ujarnya pula.
Rinaldi Dorasman - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|