Subsidi Silang Air Tetap Berjalan

Kamis, 03 Februari 2005 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sutiyoso mengatakan, subsidi silang tarif air terhadap masyarakat miskin akan tetap dilakukan. Pasalnya, kenaikan tarif air terjadi pada semua golongan. "Golongan kaya juga naik lebih besar," kata Sutiyoso di kantor Balai Kota Jakarta, Kamis (3/2).

Ia menambahkan, kenaikan itu sudah cukup wajar. Alasannya, harga air curah dari Tangerang, Banten, juga naik.

Selain itu, dalam perjanjian kerja sama antara Pengelola Air Minum Jakarta (PAM Jaya) dengan investor, terdapat pasal yang menerangkan kenaikan tarif otomatis. "Dewan juga yang menyetujui," ujarnya. "Juni nanti naik 20 persen lebih," katanya.

Sutiyoso juga membandingkan kenaikan harga itu dengan daerah Semarang Jawa Tengah. "Pada kategori yang sama (rakyat miskin) harga di Semarang sudah Rp 970 per meter kubik," kata dia. Sedangkan di Jakarta hanya Rp 550 per meter kubik.

Sebelumnya, badan regulator PAM Jaya telah mengumumkan kenaikan tarif air di Jakarta 8,14 persen. Kenaikan ini sesungguhnya mulai berlaku pada 20 Januari lalu. Namun, baru efektif 1 Februari.

Eworaswa






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: