Dua Pengutil di Bandara Soekarno-Hatta Ditembak Mati
Kamis, 03 Februari 2005 | 18:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua pengutil di Bandara Soekarno-Hatta, Roni Patira (31 tahun) dan David Bernando (18 tahun), ditembak mati petugas Polres khusus Bandara Soekarno-Hatta Kamis, (3/2) pukul 02.00 dini hari. Polisi mengaku, Roni asal Majalengka, Jawa Barat, dan David asal Ogan Komering Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan tempat persembunyian anggota komplotan lainnya.
Kepala Polres khusus bandara AKBP Firman Santhya Budhi menjelaskan, polisi akan terus mengusut
kasus pencurian di kawasan bandara. Apalagi aksi kejahatan itu sudah mengarah kepada sindikat yang
punya jaringan banyak orang. Ia menyatakan, selama 2004 terjadi 14 kasus pencurian di bandara.
"Kami akan usut terus. Ini menyangkut citra bandara. Kita masih melakukan lidik (penyelidikan)
dalam kasus yang sama," kata Firman.
Kedua tersangka itu ditangkap Rabu sore (2/2). Keduanya tertangkap
basah polisi di Terminal II, saat menggeser-geser tas milik seorang penumpang bernama Bong Tjin Fen, warga Sawah Besar Jakarta Pusat.
Tas itu selain berisikan pakaian juga sejumlah uang. Aksi kedua tersangka dilakukan ketika korban
Asin sedang menunggu taksi dan tas miliknya diletakkan di sampingnya.
Bong Tjin Fen berteriak, ketika sadar tasnya dibawa lari oleh tersangka yang semula duduk di sampingnya. Petugas pun kemudian membekuk dengan mudah kedua tersangka.
Setelah diinterograsi, tersangka mengaku sudah tiga tahun beroperasi di bandara. Mereka menyebut diri 'Kelompok Palembang' dan beranggotakan 15 orang. Dari
pengakuan tersangka, anggota komplotan itu tinggal menyebar di daerah Cengkareng, Penggilingan dan
Ciledug, Tangerang.
Polisi bandara berniat mengembangkan kasus ini dengan mengajak kedua tersangka untuk menunjukan tempat
persembunyian anggota komplotan lainnya. Tetapi ketika mobil petugas yang membawa tersangka Roni sampai di sekitar lapangan Banteng, Jakarta
Pusat, Kamis sekitar pukul 02.15, Roni berusaha melarikan diri. Polisi melepaskan tembakan,
setelah sebelumnya membunyikan tembakan peringatan.
Hal yang sama juga terjadi pada David yang dibawa petugas ke daerah Ciledug. Seperti Roni, tersangka yang usianya masih belasan tahun ini juga mencoba kabur, polisi kemudian menembaknya pukul 02.00 Kamis dini hari.
Ayu Cipta





