Tangerang Bangun Jembatan Timbang Lagi
Kamis, 03 Februari 2005 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengetahui jumlah muatan kendaraan Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang membangun jembatan timbang ke lima di jalan Raya Mauk, desa Cadas, Kecamatan Sepatan. Pelaksana harian dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Miftahul Ilmi mengatakan jembatan timbangan digunakan untuk mengetahui kelebihan muatan. Wilayah Pantura khususnya, menurut dia, sangat padat kendaraan berat. Terutama kendaraan truk yang mengangkut pasir. ?Sekarang mereka harus ditimbang dulu kendaraanya. Dengan demikian kita bisa menarik retribusi kelebihan muatan,? katanya, di Tangerang, Kamis (3/2).
Miftahul menambahkan, jalur yang potensi untuk retribusi kelebihan muatan adalah di jalan Pasar Kemis, jalan Raya Mauk, jalan raya Serang. Menurutnya, di jalan-jalan tersebut kendaraan berat melintas selama 24 jam. ?Kalau disana dibangun jembatan timbang sangat potensial sekali. Jelas sangat besar sekali dalam membantu Pendapatan Asli daerah (PAD),? katanya.
Jalan Raya Mauk tempat jembatan timbang kelima dibangun, merupakan salah satu jalur utama di wilayah Pantura. Mobilitas kendaraan yang melintas di daerah ini cukup padat. Tiap hari kendaraan dengan tonase berat melintas dijalan tersebut. Rencananya , jembatan timbangan ini akan diresmikan akhir Pebruari 2005.
Saat ini, di kabupaten Tangerang, memiliki lima jembatan timbangan yang berada di Cisauk, Curug, Dadap, Caringin dan Sepatan. Rencananya, di beberapa jalan utama juga akan dibangun jembatan timbangan, seperti di jalan Pasar Kemis, Jalan Raya Serang tepatnya di Cibadak, Balaraja , Kelapa dua dan Kedaton. "Dari lima jembatan timbangan itu, hanya tiga yang beroprasi. Yaitu jembatan timbangan Caringin, Cisauk dan Bitung. Sementara yang di Sepatan belum beroperasi," ujar Kepala UPT Jembatan timbangan, Rudy Hartono.
Idealnya, kata Rudy, Dinas perhubungan memiliki sembilan timbangan jembatan. Namun karena mahalnya biaya pembangunya dilakukan secara bertahap. Dia memaparkan, mengenai retribusi yang ditarik dari jembatan timbang itu, besarnya berpariatif. Hal itu disesuaikan dengan jenis kendaraan. Mulai dari Rp 1000, Rp 2000, Rp 3000 dan Rp
3.500.
joniansyah





