84 Kelurahan Dinyatakan 'Daerah Merah' Demam Berdarah

Kamis, 03 Februari 2005 | 21:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 84 kelurahan di DKI Jakarta dinyatakan berstatus merah, menjadi daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kelurahan ini tersebar pada seluruh kotamadya. Sebanyak 12 kelurahan di Jakarta Utara, 8 kelurahan di Jakarta Pusat, 11 kelurahan di Jakarta Barat, 22 kelurahan di Jakarta Selatan dan 31 kelurahan di Jakarta Timur. Adapun jumlah seluruh kelurahan yang ada di Jakarta adalah 265 kelurahan.

"Kategori daerah merah tersebut diberikan bila di daerah yang dikategorikan endemi demam berdarah itu ditemukan 6 kasus dalam sebulan," kata Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas kesehatan DKI, Togi Asman, kepada Tempo, Kamis (3/1).

Padahal sebelumnya, tanggal 27 Januari lalu, hanya 6 kelurahan yang dinyatakan sebagai daerah endemis DBD. Artinya hanya dalam waktu seminggu, jumlah kelurahan yang masuk daerah merah membengkak 15 kali lipat.

Menurut Togi, hal ini belum masuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Kriteria KLB harus ditentukan oleh Kecamatan yang bersangkutan. Setelah itu dibawa ke Kotamadya dan baru dibahas ditingkat propinsi. "Belum ada kecamatan yang melaporkan ini sebagai KLB," katanya. Sebagai perbandingan, DBD tahun lalu menjadi KLB setelah kecamatan yang masuk daerah merah lebih dari separuh jumlah kecamatan di seluruh Jakarta.

Pemerintah propinsi DKI Jakarta, kata Togi, akan segera melakukan penyemprotan (/fogging/) untuk memberantas nyamuk penyebar virus /aides aegipty/. "Kita akan lakukan secara serentak di tiap kelurahan mulai besok hari,' katanya.

Untuk tiap kelurahan, pengasapan akan memakan waktu lima hari. Menurut Togi, pemprov DKI akan mengerahkan tenaga pengasap dari linmas dan tramtib sebanyak 1800 orang. "Besok seluruh camat dan lurah juga akan dikumpulkan," katanya.

Sementara itu, menurut Kepala /Surveilance/ DBB, Dinas Kesehatan DKI, Paripurna, jumlah korban yang masuk rumah sakit di seluruh Jakarta sebanyak 1277 orang. "Sementara yang meninggal sebanyak 9 orang,' ujarnya.

Adapun DBD diwilayah Jakarta Timur kembali merenggut dua nyawa. Data dari suku dinas kesehatan masyarakat kotamadya Jakarta Timur, sampai dengan 2 Februari tercatat sudah ada 267 kasus DBD dengan empat korban meninggal dunia. Padahal, baru dua hari yang lalu kasus yang tercatat sebanyak 244 dengan dua orang meninggal dunia.

Kecamatan dengan kasus DBD tertinggi adalah Pulo Gadung, Cakung, dan Duren Sawit dengan masing-masing kasus sebanyak 42, 41, dan 40. Sementara korban meninggal, berasal dari kecamatan Duren Sawit satu orang, Kramatjati satu orang, dan Makassar dua orang.

Alamsyah, koordinator pemberantasan penyakit bersumber binatang Sudin Kesma menyatakan, jumlah kasus DBD di Jakarta Timur memang lebih tinggi dari wilayah lain. "Sudah lima tahun begini," katanya.

Salah satu faktor penyebabnya, kata Alam, adalah wilayah yang luas, jumlah penduduk yang lebih banyak dan mobilitas penduduk yang tinggi. Namun, menurut Alam, bila dihitung secara kasar perbandingan jumlah penduduk Jakarta Timur dengan wilayah lain tidak terlalu jauh.

Sementara jumlah penderita demam berdarah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, terus meningkat. Hingga hari ini tercatat penderita demam berdarah yang dirawat dirumah sakit tersebut mencapai 36 orang . " Hari ini saja 9 orang langsung masuk," kata Kepala Perawatan RSUD Tarakan, Atijah, kepada /Tempo/.

Menurut Atijah, peningkatan jumlah penderita demam berdarah itu terjadi mulai 4 hari belakangan ini. Kebanyakan pasien yang datang adalah orang dewasa. Dari 35 penderita, 20 diantaranya adalah golongan umur remaja. dan anak-anak sebanyak 9 orang. "Sisanya adalah orang dewasa," katanya. Padahal tanggal 25 Januari lalu, jumlah pasien baru mencapai 19 orang. Artinya, hanya dalam waktu kurang lebih seminggu, jumlah pasien yang masuk sudah meningkat dua kali lipat.

Kebanyakan tahapan demam berdarah yang diderita para pasien masih dalam kategori DHF (/Dengue Heimoragic Fever/) atau pada tingkatan gejala. Sebagian lainnya masih dalam tahap observasi yakni masih diteliti apakah positif menderita demam berdarah atau tidak. "Sisanya ada juga yang datang sudah dalam taraf DSS (Dengue Shock Syndrom) atau demam berdarah dengan kondisi lumayan parah. Tetapi cuma 1-2 orang," katanya.

Akibat pasein yang membludak tersebut, kata Atijah, pihak rumah sakit terpaksa menggelar tempat tidur cadangan akibat tidak mencukupinya tempat tidur yang ada. Dari 50 tempat tidur lipat yang dimiliki rumah sakit, sudah hampir 40 tempat tidur telah digunakan. "Kemungkinan kita juga akan minta tambahan. Yang jelas, kita tidak akan pernah menolak pasien yang datang karena sudah menjadi kebijakan rumah sakit," katanya.

Provinsi DKI Jakarta terbagi atas 6 kotamadya, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Secara administratif, wilayah Jakarta Pusat dibagi menjadi 8 Kecamatan dan 44 Kelurahan. Sementara wilayah Jakarta Timur terdiri atas 10 kecamatan dan 64 kelurahan. Wilayah Jakarta Selatan terdiri atas 10 kecamatan dengan 65 kelurahan.

Wilayah Jakarta Barat secara administratif terbagi menjadi 8 Kecamatan dan 56 Kelurahan, sementara wilayah kotamadya Jakarta Utara membawahi 31 kelurahan. Kepulauan Seribu sendiri terdiri 105 pulau yang tersebar dalam 4 kelurahan.(amal ihsan/nofi triana/suliyanti)



Daftar 84 Kelurahan Daerah Merah Demam Berdarah

Jakarta Utara: 12 Kelurahan
Pejagalan
Penjaringan
Ancol
Pademangan Barat
Kebon Bawang
Sunter Agung
Sunter Jaya
Rawa Badak Utara
Tugu Selatan
Sukapura
Semper Barat
Kelapa Gading Barat

Jakarta Pusat: 8 Kelurahan
Kartini
Karang Anyar
Cempaka Putih Barat
Tanah Tinggi
Johar Baru
Menteng
Kebon Melati
Karet Tengsin

Jakarta Barat: 11 Kelurahan
Cengkareng Barat
Cengkareng Timur
Jelambar
Tanjung Duren Selatan
Kemanggisan
Tangki
Mapar
Krukut
Kali Anyar
Kebon Jeruk
Sukabumi Selatan

Jakarta Selatan: 22 Kelurahan
Tebet Barat
Mampang Prapatan
Pela Mampang
Pejaten Barat
Pasar Minggu
Cilandak Timur
Tanjung Barat
Lenteng Agung
Senayan
Gunung
Rawa Barat
Gandaria Utara
Cipete Utara
Cilandak Baru
Lebak Bulus
Pondok Labu
Cipulir
Kebon Lama Utara
Pondok Pinang
Bintaro
Kalibaru
Pancoran

Jakarta Timur: 31 Kelurahan
Utan Kayu Utara
Kayu Manis
Palmeriam
Utan Kayu Selatan
Pisangan Baru
Pulogadung
Rawamangun
Pisangan Timur
Cipinang Muara
Bidaracina
Cipinang Cempedak
Klender
Malaka Jaya
Malaka Sari
Duren Sawit
Pondok Bambu
Pondok Kelapa
Cawang
Cililitan
Cipinang Melayu
Makasar
Gedong
Cijantung
Lubang Buaya
Bambu Apus
Cibubur
Ciracas
Cakung Barat
Penggilingan
Jatinegara
Pulo Gebang






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: