Calon Pengantin Tewas Tersambar Kereta Api

Minggu, 06 Februari 2005 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon pengantin, Euis Susilowati, 20 tahun, warga Kampung Babakan, Losari, Cirebon, tewas tersambar kereta api barang, di pintu perlintasan kereta api Taman Makam Pahlawan, Bulak Kapal, Kota Bekasi, Minggu (6/2), pukul 14.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun Tempo di lokasi kejadian, beberapa menit sebelum kejadian, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik PT Sanken di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, itu berdiri di dekat rel kereta api. Rupanya posisi tubuh korban amat dekat dengan rel.

Tiba-tiba dari arah timur, melaju kereta api barang menuju Jakarta. Tak ayal lagi, lokomotif kereta api langsung menyerempet tubuh Euis. ?Korban terpental dari tempat semula, sekitar lima meter,? kata Sukri, warga yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Susilowati tewas di tempat kejadian. Diduga, korban tewas akibat benturan keras pada besi lokomotif kereta api di bagian kepalanya. Setelah itu, Jenasah korban dibawa warga ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi (RSUD) Kota Bekasi.

Musibah yang menimpa perempuan yang baru bekerja di PT Sanken selama dua tahun itu mengejutkan orang tua korban. Kedua orang tua korban, Nuryati dan bapak, Sarkum yang saat kejadian tengah menunggu korban pulang, mengalami tekanan bathin saat mendengar kejadian yang menyebabkan anak nomor satu itu tewas.

Nuryati yang ditemui di ruang jenasah RSUD terlihat sesenggukan terus memandangi jenazah putrinya yang malang itu. Sebelum kejadian itu, keluarganya hendak menyerahkan mahar kepada keluarga calon suami Euis, Abdul Kholif, yang tinggal di Bulak Kapal. ?Euis kan kos di Bulak Kapal, makanya kita nyusul,? kata Nuryari.

Rombongan keluarga Euis berangkat dari Kampung Babakan, Losari, Minggu, pukul 09.00 WIB. Mereka menyewa mobil untuk mengantarkan ke Bulak Kapal. Tiba di Bekasi sekitar pukul 15.00 WIB. ?Saya sempat bingung waktu sampai di Bulak Kapal nyari rumah calon suami Euis. Tapi waktu mau nyampe, saya malah dikabari kalau Euis kecelakaan,? kata Nuryati.

Rencananya, Euis akan dinikahkan dengan Abdul Kholif pada 12 Juni tahun ini. Minggu ini, rencananya keluarga Euis bertemu dengan keluarga Abdul untuk memastikan hari pernikahan kedua remaja itu. ?Mereka sudah pacaran dua tahun, Euis itu tulang punggung anak saya,? ujar Nuryati.

Calon suami Euis, Abdul yang datang sekitar pukul 16.30 WIB di RSUD terlihat tertekan dengan kejadian itu. Dia langsung memeluk jenasah Auis yang sudah kaku di ruang jenazah. Abdul tidak mau berkomentar karena masih mengalami tekanan bathin. Dia terus menangis dan menciumi tangan jenazah Euis.

Siswanto-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim