Ada Keluarga Korban DBD yang Tak Paham Pengobatan Gratis

Minggu, 06 Februari 2005 | 22:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Melda, 15 tahun, pasien demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, sudah tiga hari meringkuk di kamarnya, Ruang Dahlia Kelas III. Namun, keluarganya mengaku tidak begitu mengerti soal sistem pengobatan gratis Jaring Pengaman Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin).

"Saya dengar-dengar ada pengobatan gratis, tapi kami memang tidak punya kartu JPK Gakin," kata Amat, kerabat pasien itu, kepada Tempo, Minggu (6/2) malam.

Hingga kini, kata Amat, mereka baru membayar biaya pengecekan darah sebesar Rp 43 ribu saat pertama kali masuk ke rumah sakit itu. Biaya lain, seperti biaya pendaftaran, obat, infus, perawat, dan laboratorium belum dibayarnya dengan alasan tidak punya uang.

Sejauh yang Amat tahu, pemberian obat tidak dikenai biaya. Namun untuk biaya kamar, ia masih belum tahu. "Takutnya, begitu keluar, disuruh bayar," kata Amat.

Amat juga mengatakan telah mencoba mengurus surat rujukan dari RT/RW dan kelurahan tempat ia tinggal di Cipinang Pulo, Jakarta Timur. Namun, petugas RT/RW dan kelurahan menolak mengurus surat itu karena saat itu sudah lewat jam kerja.

Nofi Triana Firman






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: