Bank DKI Keluarkan Miliaran Rupiah Untuk Perbaiki Sistem TI
Selasa, 08 Februari 2005 | 10:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank DKI telah mengeluarkan dana sekitar Rp 20 milyar untuk memperbaiki sistem teknologi informasinya (TI). Sistem TI yang ada selama ini merupakan salah satu penyebab bobolnya dana Bank DKI Cabang Pembantu (Capem) Tebet, Jakarta Selatan sebesar Rp 3,5 milyar, beberapa waktu lalu. "Rp 10 milyar untuk perangkat lunak (Software) dan Rp 10 milyar untuk perangkat keras (hardware),? kata Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta Nurmansyah Lubis di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (7/2).
Dia menambahkan, sistem TI Bank DKI yang sentralistik dengan satu server diharapkan dapat menangkal berbagai bentuk penyelewaengan. Alasannya, dengan sistem ini seluruh aliran dana yang tidak biasa dapat terdeteksi.
Menurutnya, pada prinsipnya mekanisme hukum yang dilakukan Bank DKI sudah benar. Artinya, sudah sampai pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh polisi, pemenuhan delik khusus. Tinggal pengadilan yang menentukan siapa yang akan diadili.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mengatakan, selain sistem TI, penyebab bobolnya Bank DKI Capem Tebet adalah akibat lemahnya sitem audit. Selama ini, kata dia, tenaga auditor Bank DKI hanya 17 orang. Padahal, mereka harus memeriksa 91 cabang. Sementara aset Capem Tebet sendiri hanya Rp 11 milyar. ?Ada prioritas audit (Capem yang asetnya lebih besar terlebih dahulu),? katanya. Nurdin menambahkan, sebelumnya direksi Bank DKI telah memindahkan Kepala Capem Tebet Yenita Elsa ke bagian non operasional di kantor pusat.
Jum?at lalu (4/2), Direktur Utama Bank DKI Hassan Soeftendy mengatakan, pembobolan capem tebet dilakukan oleh Asisten Pelayanan Nasabah Bank DKI Capem Tebet, Dwi Norman Putranto. Pembobolan ini, kata dia, akibat penyalahgunaan password Pemimpin Capem Yenita Elisa oleh Norman. Sehingga, ia bisa melakukan pemindahbukuan dana dari rekening antar kantor fiktif ke rekening pasif yang kemudian diambil melalui ATM. Hingga saat ini, Norman masih buron.
ewo raswa





