Puluhan Orang Berseragam FBR Keroyok Pedagang Pasar Senen

Kamis, 10 Februari 2005 | 17:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 30 orang berseragam Forum Betawi Rembug (FBR) membuat keributan di Pasar Inpres Blok VI Proyek Senen Jakarta Pusat, Rabu (9/2), sekitar pukul 17.15 WIB. "Sekitar enam orang memukuli saya, sedang yang lain ada di luar," ujar korban pengeroyokan, Waridin (22 tahun), saat di temui tempo di Rumah Sakit Islam Jakarta, Kamis (10/2).

Waridin terkulai di tempat tidur nomor 0515 Ruang V kamar Mawar II dengan lengan kiri dibungkus perban dan luka robek di bagian kepala. "Kata dokter, tangan saya tertusuk benda tajam cukup dalam dan parah," ujar pria kelahiran 28 Februari 1982 ini. Akibat penusukan itu, salah satu otot lengan kanannya putus, sehingga jari tengah tangan kanannya tidak bisa digerakkan ke atas.

"Mereka memukuli kepala saya dengan botol kaca, " tambah Waridin. Akibatnya, sampai kini kepala korban masih terasa pusing. Waridin sebenarnya hanya ingin mencairkan suasana ketika terjadi suasana tegang antara Tiar Butarbutar, 25 tahun, sesama pegawai di toko pakaian dan sepatu bekas Pasar Senen, dengan tiga orang anggota FBR pagi harinya.

Kejadian itu berawal dari transaksi jual beli di toko tersebut pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ada tiga orang berseragam FBR yang memilih pakaian di toko serupa yang terletak di bagian luar pasar. Tiar, yang menjaga toko itu sedang sibuk melayani pembeli yang lain. Kemudian dua diantara mereka minta ditunjukkan letak kamar mandi, dan pergi kesana. Beberapa saat kemudian yang seorang lagi turut pergi.

"Tidak ada yang cocok ya?" tanya Tiar kepada pemuda yang terakhir meninggalkan toko. Tiar mengaku bertanya dengan suara keras karena suara musik begitu nyaring. Ia menduga hal itulah yang membuat pemuda itu mulai emosi. "Dua orang temannya datang dan mencekik saya," tambahnya.

"Mengeroyok saya atau membuat toko berantakan," kata Tiar menjelaskan dua pilihan yang diberikan oleh tiga orang berseragam FBR itu. Karena takut, Tiar memutuskan untuk lari ke toko serupa di bagian dalam pasar. Dia kemudian menceritakan kejadian itu kepada temannya, Waridin.

Tiga orang FBR itu ikut menyusul ke dalam pasar. Ketika mendapati Waridin bersama Tiar, mereka menuduh korban ingin ikut campur. Karena tidak ingin membuat keributan di dalam pasar, akhirnya mereka membawa permasalahan itu ke luar.

Tiar dan Waridin mengaku ingin menyelesaiakan permasalahan itu secara damai. "Tapi mereka bilang akan datang lagi," jelas Tiar. Sore harinya sekitar pukul 17.00 rombongan berseragam FBR datang lagi. "Ketika saya menengok ke belakang tiba-tiba kepala saya dipukuli," jelas Waridin. Ketika itu Tiar sudah lari menghindar. Sore itu pula Waridin diantar oleh sejumlah ibu-ibu ke UGD RSI.
Indriani Dyah S-Tempo






Komentar Anda

Kirim