Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Perhatikan Pendidikan Aceh

Kamis, 10 Februari 2005 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah memberi perhatian pada anak-anak, khususnya soal pendidikan. "Jangan cuma mikir kesejahteraannya saja. Tanpa pendidikan, tidak ada kesejahteraan," ujar Hidayat, Kamis (10/2).

Dia memuji konsorsium pendidikan dan pembinaan masyarakat di tempat pengungsian di daerah Mata Ie, yang memiliki.inisiatif memberikan pendidikan berupa sekolah di dalam tenda bagi pendidikan informal anak-anak pengungsi. "Ini realisasi yang bagus, sekolah di tenda gak ada masalah.
Secara bertahap akan ada kemajuan, yang penting pendidikan berjalan dulu
disini," ujar Hidayat.

Ia meminta cetak biru soal pendidikan juga dipikirkan pemerintah pusat, daerah dan lembaga donor. Menurut dia, dengan kondisi ril Aceh yang berbeda, dia meminta ada cetak biru khusus untuk anak-anak Aceh. "Tapi tetap harus
bermutu. Sebab kondisi mereka khas tidak seperti anak-anak di daerah yang normal," ujarnya usai mengunjungi sekolah rakyat yang dibentuk oleh
konsorsium tersebut.

Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus, katanya, karena saat ini, tidak hanya anak murid yang menjadi korban. "Guru-gurunya juga," ujarnya. Namun, kondisi sebagai korban baik mental maupun ekonomi dan fisik, ujarnya, jangan jadi pembenaran bahwa kegiatan mengajar tidak dilaksanakan. "Tapi pemerintah juga harus melihat kondisi ini," ujar Hidayat. Prediksinya, apa yang terjadi untuk Aceh secara khusus bisa dilakukan dalam waktu satu tahun sebagai masa transisi anak-anak Aceh kembali belajar seperti semula.

Mengenai relokasi pemukiman para pengungsi, ujar Hidayat, Aceh, harus dilihat pemerintah sebagai sesuatu yang khas. Begitu juga dengan tawaran bantuan dari negara lain. "Bantuan jangan sampai mengubah ciri khas Aceh, sebagai Serambi Mekkah," ujarnya.

Yophiandi-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: