Penderita DBD Lebih Banyak Terjangkit di Rumah Ketimbang di Kantor
Jum'at, 11 Februari 2005 | 02:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Dokter Jaga Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Dr Dany Luhulima, pasien DBD di tempatnya banyak terjangkit di rumah bukan di kantor. "Kalau di kantor kemungkinannya kecil," kata Dany kepada Tempo, Kamis (10/2).
Dia menambahkan nyamuk deman berdarah sebagian besar beroperasi pada waktu shubuh dan pagi hari. Kalaupun karyawan perkantoran terkena DBD kemungkinannya adalah wanita. Sedangkan pria kecil kemungkinannya, alasannya kaum wanita banyak mengenakan rok sementara pria mengenakan celana panjang sehingga dapat terlingdungi dari gigitan nyamuk. Selain itu, mereka melakukan aktifitas sehingga akan memperkecil peluang nyamuk untuk menggigit.
Hingga saat ini, di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur yang beralamat di Jalan Pengasinan Rawa Semut Kelurahan Marga Hayu ini di Rawat tujuh orang pasien DBD. Namun, ?Sebagian besar adalah anak-anak," ungkap Dany.
Dany menambahkan, sesungguhnya penyebaran DBD ini tergantung dari tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat. Keluarga terdidik, kata dia, biasanya lebih waspada terhadap penyakit. "Demam sedikit saja langsung diperiksakan," kata dia menambahkan.
Kedati begitu ketika Tempo meminta ijin menjenguk pasien Dany menolak. Alasannya harus memiliki ijij dari perawat Manajer. Padahal, orang yang dimaksud tidak berada di tempat.
Ewo Raswa?Tempo





