20 Persen Kasus DBD di Perkantoran

Jum'at, 11 Februari 2005 | 03:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta warga masyarakat waspada terhadap kemungkinan penularan demam berdarah dongue (DBD) di gedung perkantoran. Alasannya, sekitar 20 persen dari korban DBD mengalami penularan di perkantoran.

Kepala Seksi Surveillance Epidemologi Dinas Kesehatan DKI Paripurna mengatakan, data ini diperoleh dari pelacakan umur korban DBD. Menurut Paripurna Hanimuda Sedyono, sekitar 46 persen dari jumlah korban DBD berumur antara 15-55 tahun. Pada usia ini kebanyakan korban berstatus pelajar atau pekerja. Ibu rumah tangga yang tinggal di rumah juga masuk dalam kategori umur ini.

Menurut Paripurna, setelah dikurangi dengan kemungkinan ibu rumah tangga yang tertular DBD, tersisa sekitar 20 persen korban yang tertular di gedung perkantoran. ?Karena itu, warga masyarakat harus waspada dengan gedung perkantoran,? kata Paipurna.

Paripurna mengatakan, gedung perkantoran dengan desain melengkung perlu diwaspadai sebagai tempat berkembang jentik nyamuk. Gedung yang dilengkapi dengan pendingin udara juga perlu diwaspadai. Alasannya, menurut Paripurna, air yang menetes dari pendingin udara ini menimbulkan genangan air. Tempat minum air seperti dispenser, menurut Paripurna, juga dicurigai menjadi tempat berkembang jentik nyamuk.

Selain gedung perkantoran, gedung sekolah, rumah sakit dan puskesmas juga diduga menjadi tempata penularan DBD. ?Oleh karena itu, oleh Dinas Kesehatan, tempat-tempat ini juga akan menjadi pemberantasan sarang nyamuk,? ujar Paripurna.

Multazam-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: