Warga Khawatirkan Tanggul Sungai Citarum Jebol

Jum'at, 11 Februari 2005 | 13:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Warga Muaragembong dan Cabangbungin, Bekasi, Jawa Barat, bergotong-royong membuat bronjong. Langkah ini sebagai antisipasi kemungkinan jebolnya beberapa titik tanggul Sungai Citarum.

Penghalang air ini dibuat dari bahan batu atau pasir.
Titik rawan terutama pada tanggul yang kondisi rendah dan tipis akibat tergerus air. Ramli, salah seorang warga, mengaku khawatir dengan kondisi tanggul di dekat rumahnya.

Apabila tanggul sungai tidak segera ditinggikan dan diperkuat, sangat berpotensi jebol. "Mudah-mudahan volume air menyusut," harap Ramli.

Ahmad Ramli, warga Kampung Beting, RT 6/2 Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, mengatakan air sungai sempat meninggi belakangan ini. "Apalagi setiap saat air laut pasang dan lama-lama merusak tanggul," tutur dia.

Ramli menambahkan, jika air laut pasang, biasanya air sungai meluap ke daratan. Berdasarkan data dari kantor Proyek Penyediaan Air Baku Citarum Pengawasan Wilayah Sungai Citarum yang diperoleh Tempo, sebanyak delapan titik rawan jebol di sungai Citarum belum diperbaiki.

Delapan titik itu meliputi Desa Karang Harja, Desa Babakan Rengas, dan Desa Pacing Leo. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Kabupaten Karawang. Di antaranya Desa Karya Sari, Desa Medang Asem, Desa Tangkil, Desa Teluk Bunder.

Siswanto-Tempo

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :