Korban Meninggal DBD Jakarta Selatan Jadi Tujuh Orang

Jum'at, 11 Februari 2005 | 16:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan melaporkan jumlah korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di daerah Jakarta Selatan pada minggu keenam tahun 2005 bertambah menjadi menjadi tujuh orang, dari enam orang hingga akhir Januari lalu.

Korban itu adalah Fahrul Rizki, 5 tahun, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan. Otomatis status kelurahan ini berubah dari kuning menjadi merah.

Selain daerah ini, beberapa kelurahan juga berubah status baik menjadi yang lebih baik maupun memburuk. Kelurahan Kuningan Barat dan Kelurahan Jagakarsa yang sebelumnya berstatus hijau memburuk menjadi status kuning. Hal ini, menurut petugas Surveilans Penyakit Menular Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Farida, disebabkan adanya penderita DBD baru di kelurahan tersebut.

Sementara itu, beberapa kelurahan lain sudah membaik. Dua kelurahan berubah status dari merah menjadi kuning, yakni Kelurahan Manggis dan Kelurahan Duren Tiga. Sementara itu, delapan kelurahan berubah status dari kuning menjadi hijau, di antaranya Kelurahan Manggarai, Kelurahan Kalibata, dan Kelurahan Cipulir.

Farida yang ditemui di kantornya, Jumat (11/2), menjelaskan, hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang mereka lakukan hingga 10 Februari 2005 menunjukkan jumlah total penderita DBD bertambah dari 19 orang menjadi 184 orang.

Hasil penyelidikan tersebut juga menunjukkan bahwa penderita terbanyak (86 orang) berusia 15-44 tahun. "Satu orang berusia kurang dari satu tahun, 18 orang berusia 1-4 tahun, 55 orang berusia 5-14 orang, dan 24 orang berusia lebih dari 45 tahun," katanya.

Farida menambahkan, dari seluruh kasus tersebut, baru 145 kasus yang dilakukan pengasapan siklus pertama. "116 di antaranya sudah diasapi siklus kedua," jelasnya.

Petugas lapangan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Aris Munandar, yang ditemui bersama Farrida menjelaskan bahwa seluruh kelurahan berstatus merah yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi akan mereka asapi (fogging).

Aris yang bertugas mengkoordinasi pengasapan wilayah Jakarta Selatan menjelaskan, pengasapan mereka lakukan secara bertahap. "Misalnya hari ini 13 RW dari tujuh kelurahan telah kita asapi. Besok 12 RW dari 6 kelurahan," katanya.

Pengasapan akan dilakukan pukul 08.00 hingga 09.00 pagi. "Waktu segitu biasanya masa aktif nyamuk Aides aigepty," katanya.

Suliyanti Pakpahan






Komentar Anda

Kirim