PMI Bekasi Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Darah
Jum'at, 11 Februari 2005 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank darah Unit Pelayanan Transfusi Darah Cabang (UPTDC) Palang Merah Indonesia (PMI) Bekasi siap menghadapi peningkatan jumlah kasus penyebaran demam berdarah dengue (DBD). "Kita tidak ada masalah, sekarang ini permintaan belum naik," kata Petugas Bagian Komponen Darah dan Tata Usaha UPTDC PMI, Bing Hermawan, Jumat (11/2).
Sejak mulai mewabahnya DBD di Bekasi beberapa bulan lalu, menurut Bing, hingga kini belum terjadi lonjakan permintaan kantong darah. "Memang terjadi sedikit peningkatan, tapi kami masih bisa menanganinya, kami perkirakan DBD tahun ini tidak seperti tahun lalu yang sampai KLB (Keadaan Luar Biasa)," kata Bing tanpa menyebut jumlah peningkatan itu. Namun, dia memastikan, peningkatan itu masih dalam taraf normal. "Kalaupun meningkat kami, juga sudah mengantisipasinya."
Saat ini, persediaan darah di PMI Cabang Bekasi rata-rata 100 kantong darah setiap golongan darah, kecuali golongan AB yang masih di bawah 20 kantong. Sebab, untuk golongan darah AB ini, kata Bing, memang donornya amat sedikit. "Golongan darah itu kan memang sedikit populasi yang memilikinya," ujarnya.
Pada 21 Februari nanti, PMI akan menerima 300 donor darah dari kesatuan Angkatan Laut. "Jadi, kita bulan ini akan tambah lagi 300 kantong darah, jadi memang kita masih siap," kata dia.
Sementara itu, mengenai stok darah putih (trombosit), kata Bing, jumlahnya lebih sedikit. Padahal, umumnya pasien DBD membutuhkannya. Namun, menurutnya hal itu tidak perlu dirisaukan oleh masyarakat. "Kan tidak semua pasien butuh trombosit, tergantung kondisi pasien. Lagian, kan bisa menggunakan darah lain, kan semuanya ada trombositnya," kata Bing.
Siswanto




Komentar Anda :