Polisi Masih Selidiki Mayat Wanita Tanpa Kepala di Bus ALS

Jum'at, 11 Februari 2005 | 19:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Resort Metro Tangerang hingga Jumat (11/2) ini masih menyelidiki kasus mayat wanita tanpa kepala yang ditemukan di dalam tas di bagasi bus malam Antar Lintas Sumatra (ALS) berpelat nomor BK 7044 OC. Mayat tak beridentitas tersebut telah menempuh perjalanan selama dua hari di bus tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Metro Tangerang, AKP Asep Adi Saputra, menyatakan kasus mayat itu awalnya ditangani Polres Tanah Datar, Sumatera Barat dan pada 4 Februari lalu dilimpahkan ke Polres Tangerang karena diduga lokasi awal terjadinya di Tangerang.

"Sehubungan dengan kasus itu, kami menghimbau masyarakat Tangerang yang kehilangan kerabat wanitanya supaya melaporkan ke polisi," kata Asep, Jumat (11/2).

Asep mengisahkan, pada 26 Januari 2004 lalu seorang pria bernama Buston yang tercatat sebagai warga Cengkareng, Jakarta Barat berangkat menuju Medan. Ia menumpang bus malam ALS dari Cikokol. Pria yang membawa tas besar dan panjang itu duduk di kursi nomor 13. Seusai menyeberang di pelabuhan Merak, Banten, pria yang kini keberadaannya belum diketahui itu turun, sedangkan bus malam itu terus melaju ke Medan.

Sesampainya di daerah Ombilin, Tanah Datar, Sumatera Barat, bus berhenti. Seluruh penumpang dan awak bus makan malam. Kondektur bus itu rupanya mencium bau busuk dari arah bagasi. Setelah dicari-cari, akhirnya bau busuk ditemukan berasal dari tas panjang yang belakangan diketahui milik Buston.

Awak bus pun bermaksud mengecek hal ini kepada Buston, tapi ternyata Buston sudah tidak ikut bus itu dan meninggalkan tas yang ternyata berisi mayat seorang wanita yang hanya mengenakan bra dan celana Hawai dengan bagian kepalanya sudah hilang. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polres Tanah Datar. Proses penyelidikan dilakukan di Polres setempat, tetapi mayat wanita itu untuk sementara sudah dikebumikan di Tanah Datar.

Setelah mendapat limpahan dari Polres Tanah Datar, Polres Metro Tangerang kemudian melakukan pengecekan nama Buston di agen penjualan tiket ALS Cikokol. Setelah ditelusuri ternyata nama Buston fiktif dan alamatnya palsu pula.

Hingga kini penanganan kasus itu belum menemukan titik terang. Juga belum ada warga yang melaporkan kehilangan kerabat wanitanya.

Ayu Cipta






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: