Jakarta Mungkin Banjir, Pintu Air Utama Masih Aman
Jum'at, 11 Februari 2005 | 21:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dinas Pekerjaan Umum Air DKI Jakarta belum dapat memperkirakan adanya banjir di Jakarta karena pintu air utama yang menjadi acuan indikator banjir di Jakarta masih dalam kondisi aman. "Pulo Gadung hanya naik 20 sentimeter dari batas normal 550 atau Siaga III, sedangkan Manggarai masih di bawah normal yaitu 710 dari 750," ujar petugas piket Dinas Pekerjaan Umum Air, Abdullah Syafii, kepada Tempo, Jumat (11/2).
Syafii tidak membantah adanya kemungkinan banjir apabila hujan terus turun di lima wilayah Jakarta dan Bogor. "Tapi, tergantung intensitas dan terus menerus atau tidaknya hujan yang terjadi malam ini," ungkapnya.
Apabila terjadi banjir kiriman dari Bogor, maka akan langsung mengalir melalui pintu air Manggarai dan Pulo Gadung. "Daerah yang rawan adalah bantaran kali Ciliwung, seperti Cipinang dan Kampung Melayu," kata Syafii.
Dari data terakhir yang mereka miliki, beberapa pintu air dikategorikan dalam Siaga III yaitu Pintu Air Pulo Gadung (570 sentimeter dari batas normal 550 sentimeter), Cipinang Hulu (160 sentimeter dari 150 sentimeter), Krukut Hulu (165 sentimeter dari 150 sentimeter), dan waduk Sunter Utara (127 sentimeter dari 100 sentimeter).
Selain itu juga ada beberapa pintu air yang dinilai masih dalam kondisi wajar seperti pintu air Cipinang Hulu (160 sentimeter dari batas normal 150 sentimeter) dan Pluit (130 sentimeter dari -170 sentimeter).
Bahkan, ketinggian air di beberapa pintu air berada di bawah normal. Pintu air tersebut berada di Manggarai (710 sentimeter dari batas normal 750 sentimeter), Angke Hulu (85 sentimeter dari 150 sentimeter), Karet (440 sentimeter dari 470 sentimeter), dan Sunter Hulu (115 sentimeter dari 140 sentimeter).
Indriani Dyah S






Komentar Anda :