Korban Meninggal Akibat DBD Bertambah
Senin, 14 Februari 2005 | 07:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penderita demam berdarah dengue (DBD), Novita, 5 tahun, bocah warga Kampung Doyong RT 04/04, Kecamatan Jatiuwung, Tangerang, akhirnya menghembuskan nafas terkahir setelah sempat dirawat di RS Sari Asih, Karawaci, Tangerang.
Selain Novita yang meninggal pada Jumat (4/2) Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat satu korban meninggal lainnya adalah Ahmad Saikhu, 34 tahun, warga
Kelurahan Petir, Cipondoh.
Kepala Programer Pemberantasan DBD Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Alwani Sabtu (12/2) menjelaskan di Kota Tangerang saat ini terdata sebanyak 20 orang terjangkit DBD, dengan perincian 13 positif dan tujuh tersangka.
Menanggapi kasus Novita, Alwani mengatakan bahwa kondisi korban sudah masuk kategori Dengue SOS Syndrom (DSS) yaitu kategori parah karena sudah berpengaruh
pada otak jadi tidak tertolong.
Melihat terus bertambahnya korban DBD, Alwani meminta masyarakat Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan terutama pada akhir Februari dan awal bulan Maret nanti.
Sementara itu guna mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah DBD di Kota Tangerang pada Sabtu (12/2) lalu, Pemkot Tangerang mengelar kerja bakti massal yang
melibatkan seluruh komponen masyarakat diseluruh wilayah Kecamatan. Gerakan ini dilakukan dengan cara memberantas sarang nyamuk adies aigepty.
Wali Kota Tangerang Wahidin Halim pada kesempatan membuka gerakan pemberantasan nyamuk secara massal di gedung KNPI pada Sabtu lalu menyatakan bahwa langkah pemberantasan ini penting dilakukan, guna mencegah meluas dan bertambahnya korban jiwa akibat penyakit DBD ini.
Selain itu juga, Wahidin meminta agar masyarakat Kota Tangerang mengambil bagian dengan melaksnakan program 3 M yaitu menguras bak mandi, mengubur barang-barang
tidak berguna dan menutup tempat air, serta memasang obat nyamuk pada pagi dan sore hari.
Ayu Cipta-Tempo
Topik :






Komentar Anda :