RS Marinir Tambah Tempat Tidur Pasien DBD

Senin, 14 Februari 2005 | 18:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rumah Sakit (RS) Marinir Cilandak sudah mulai menggunakan velbed atau tempat tidur tambahan bagi pasien demam berdarah dengue (DBD). "Kemarin beberapa pasien terpaksa menggunakan velbed. Tapi hari ini sudah tidak karena pasien lain ada yang pulang," kata kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RS Marinir Cilandak dr. Errychas yang ditemui di kantornya, Senin (14/2).

Menurut petugas administrasi medis Tartianah, rumah sakit hanya memiliki 116 tempat tidur untuk rawat inap. "56 diantaranya disediakan untuk pasien kelas III," ujarnya. Sejak Januari 2005, kata dia, sudah 45 pasien DBD yang ditangani oleh RS Marinir. "Satu orang meninggal," katanya pelan.

Tartianah menjelaskan, penggunaan velbed hanya diperuntukkan untuk pasien DBD. "Walau tempat tidur di rawat inap penuh, kami diperintahkan pimpinan untuk menerima semua pasien DBD yang datang," katanya. Untuk pasien selain DBD, jika tempat tidur penuh, mereka terpaksa merujuk ke rumah sakit lain.

Sedangkan mengenai biaya pengobatan, RS Marinir hanya memberi pengobatan gratis bagi pasien demam berdarah dengue (DBD) pada rawat inap kelas III. Namun, pasien diharuskan membayar untuk rawat jalan dan pemeriksaan darah. "Departemen Kesehatan kan hanya menginstruksikan pelayanan gratis pada rawat inap," kata Tartianah.

Bila pasien yang sudah melakukan tes darah dan dinyatakan positif, kata dia, maka pasien akan menjalani rawat inap. Selama di rawat, RS Marinir akan membebaskan semua biaya perawatan. “Nanti kami tinggal menagih ke Departemen Kesehatan,” ujarnya.

suliyanti pakpahan






Komentar Anda

Kirim