close

Seorang Tewas di Tempat Wisata Curug Luhur

Senin, 14 Februari 2005 | 21:10 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Tim SAR dari Tim Delta Satuan Pelopor II Kedung Halang akhirnya berhasil menemukan korban yang tenggelam di kawasan obyek wisata Curug Luhur, Desa Gunung Malang, Kecamatan Ciampea, Bogor, Senin (14/20) pagi. Korban bernama Sariadi (19), warga Kampung Angris, Desa Bojong Nangka, Legok, Tangerang, Provinsi Banten. Korban terpeleset dan masuk ke pusaran air, Minggu (13/2) saat berwisata bersama enam temannya.

Menurut keterangan di lokasi kejadian, hari minggu korban bersama rombongan berwisata di air terjun/Curug Luhur, salah satu obyek wisata alam di kaki Gunung
Salak. Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka tiba, sebelum menikmati air terjun, mereka sempat menikmati makan siang.

Usai makan siang rombongan ini langsung terjun ke dekat curug untuk foto bersama di tepian air terjun sedalam 50 sentimeter. Setelah puas mereka naik ke darat lagi,
Sariadi yang terakhir naik tiba-tiba terpeleset dan langsung tercebur ke dalam pusaran air sedalam tujuh meter. Melihat temannya tercebur, tanpa pikir panjang, Yusuf Supriadi (19) berusaha menolong dengan meraih kedua tangan korban.

"Saya sempat tersedot ke pusaran air dibawah curug, beruntung saya bisa berenang dan selamat," ujar Yusuf yang ikut menunggui tim SAR yang sedang mencari korban.

Yusuf dan temannya kemudian minta bantuan kepada pengunjung lainnya dan melaporkan kejadian ini ke pengelola Curug Luhur, Mounir Bouslama. Tim SAR yang baru tiba malam harinya tidak bisa masuk, karena penggelola Curug Luhur berusaha menutup proses pencarian korban, akhirnya pencarian dimuali Senin pagi.

Saat pencarian keluarga korban dan penggelola sempat bersitegang mengenai otopsi korban. Kemudian kedua pihak sepakat korban tidak diotopsi. Keluarga korban kemudian langsung membawa jenazah ke Tangerang.

Mounir membantah, pihaknya tidak memperhatikan keselamatan tempat wisata. Berbagai upaya telah dilakukannya seperti membuat pemecah arus di sungai sebelum air itu jatuh ke dasar air. "Kami tetap berupaya meminimalisir bahaya yang akan mengancam para wisatawan di Curug Luhur. Di kawasan tempat jatuhnya air juga sudah ditimbun oleh berton-ton material sehingga kedalaman yang semula mencapai 15 meter bisa diperpendek sedalam tujuh meter saja.”

deffan purnama

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan