Solar Ramah Lingkungan Diharap Segera Keluar di Pasar
Selasa, 15 Februari 2005 | 17:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Kompartemen Transportasi, Lingkungan, dan Infrastruktur, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Juwono Andrianto, berharap Pertamina segera mengeluarkan solar ramah lingkungan. "Solar ramah lingkungan itu penting. Malah harus segera keluar," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa (15/2).
Menurut Juwono, jika pemerintah ingin memperbaiki emisi atau gas buangan, semua solar harus diperbaiki. "Kandungan sulfurnya harus memenuhi standar Euro 2, yaitu 500 PPM (part per million)," katanya.
Dia menilai harga Rp 3900 per-liter cukup wajar karena pangsa pasarnya adalah mobil mewah. Menurutnya, pemerintah tidak perlu mensubsidi. "Tidak perlu subsidi! Kalau murah, nanti malah tidak ada gengsinya," katanya sambil tertawa.
Pakar otomotif ini memandang, harga itu masih jauh lebih murah dibanding harga bahan bakar di negara-negara maju. Jika selalu disubsidi, dia khawatir masyarakat Indonesia tidak akan bisa mengikuti kondisi dunia. "Mungkin pada awalnya kaget dengan harga segitu. Tapi nanti juga terbiasa," ujarnya.
Pertamina, menurutnya, harus tetap menyediakan solar dengan spesifikasi umum. Karena dia yakin, tidak semua mobil, khususnya mobil lama, membutuhkan bensin standar Euro 2 tersebut. "Jadi nanti spesifikasinya ada beberapa. Seperti bensin, ada yang biasa, ada yang tanpa timbal," katanya.
Juwono menduga, pada awal produksi, solar plus ini baru akan tersedia di kota-kota besar, khususnya yang berada di Pulau Jawa. " Saat pertama kali bensin tanpa timbal diproduksi kan juga begitu," ujarnya. Tapi dia berharap distribusinya bisa lebih merata. "Nantinya harus ada di semua Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), baik yang dikelola oleh Pertamina, maupun oleh swatsa," katanya.
suliyanti pakpahan





