Jakarta Harus Ikut Pecahkan Problem Kemacetan Tangerang

Selasa, 15 Februari 2005 | 17:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengurangi kemacetan di Ciledug, Kota Tangerang diharapkan pemerintah DKI Jakarta ikut menyumbang pemikiran dan membangun infrastruktur di wilayah perbatasan DKI dan Tangerang itu.

Menurut Toni Wismantoro, Ketua Tangerang Goverment Watch (TGW), dari jalan Hasyim Ashari dan jalan HOS Cokroaminoto (jalan Raya Ciledug) tidak hanya digunakan warga Tangerang, yang bekerja di Tangerang tetapi juga warga Ciledug yang bekerja di Jakarta. "Pemda DKI memiliki kepentingan juga dengan jalan itu. Karena jalan itu menjadi akses bagi ribuan PNS dan karyawan swasta warga Tangerang yang berkantor di Jakarta," kata Toni, Selasa (15/2) di Tangerang.

Ia menyebutkan jika terus macet, pasti berefek pada buruknya kinerja dan produktivitas instansi di lingkungan Pemda DKI serta perusahaan di Jakarta. Karenanya, menjadi keharusan bagi Pemda DKI untuk membantu pembangunan infrastruktur yang bisa memecahkan persoalan kemacetan itu misalnya dengan membangun Fly over, pelebaran jalan atau underpass.

"Saya pikir, Pemkot Tangerang bukan tidak mau membangun infrastruktur guna memecahkan persoalan kemacetan di Ciledug. Tetapi Pemkot terbentur pada keterbatasan anggaran," ujar Toni.

Menurut Toni, tanggung jawab yang harus dipikul Pemda DKI bisa berupa pembiayaan sebagian atau seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang bisa memecahkan persoalan kemacetan tersebut. Pemda DKI juga bisa mengirimkan konsultan ahlinya, guna memberi masukan kepada Pemkot Tangerang tentang upaya paling tepat dalam mengatasi kemacetan itu.

Banyak pilihan infrastruktur yang bisa dibangun di Ciledug. Jika kesulitan untuk pembebasan lahan demi kepentingan pelebaran jalan, maka bisa dibangun flyover, dengan konsekuensi biaya tinggi. Atau membangun jalan alternatif guna mengurangi volume kendaraan di jalan utama.
ayu cipta






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: