Minim, Setoran Pajak Parkir Bandara ke Kas Daerah

Kamis, 17 Februari 2005 | 22:29 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Pendapatan pajak parkir dari Bandara Soekarno Hatta kepada kas daerah dinilai masih minim. Setiap bulan pemasukan yang didapat hanya sebesar Rp 300-400 juta.

Menurut Direktur Eksekutif Pemberdayaan Masyarakat Syukron Ma'mun, pendapatan dari hasil pengelolaan parkir di bandara mencapai miliar rupiah setiap tahun setiap tahun. "Dari Terminal II saja omzet per bulan rata-rata Rp 1,3 miliar,” ujarnya Kamis (17/2). Secara keseluruhan pendapatan dari parkir di kawasan bandara mencapai Rp 6,7 miliar. “Bila pendapatan yang disetor ke kas daerah sebesar 20 persen, maka pendapatan dari parkir di atas Rp 1 miliar.”

Syukron membeberkan contoh perolehan parkir selama November dari Terminal I sebesar Rp 775,5 juta, Terminal II senilai Rp 1,3 miliar, Terminal III sebanyak Rp 76,4 juta dan terminal gudang (cargo) Rp 359,6 juta. Sehingga total pendapatan satu bulan sekitar Rp 2,47 miliar. Dia menjelaskan, perolehan di terminal II relatif stabil. Begitu juga dengan cargo dan domestik. Terminal khusus haji (Terminal III) pendapatannya tergantung pada keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.

Pajak parkir merupakan salah satu sektor yang menjadi andalan bagi perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangerang. Berdasarkan PP Nomor 65 Tahun 2001 dan Perda No 2 tahun 2001 tentang Pajak atas Penyelenggaraan Parkir Swasta, Pemerintah Tangerang mendapatkan 20 persen dari omzet pengelola parkir.

Kepala seksi PAD pada Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Kota Tangerang Nanang Hernawan mengatakan, perolehan pajak parkir dari Bandara Soekarno-Hatta yang masuk kas daerah pada tahun 2004 hanya mencapai Rp 3,7 miliar, dengan rata-rata perolehan Rp 300-400 juta setiap bulan.

Menurut Nanang, perolehan parkir tersebut berdasarkan hasil hitungan dari PT Aangkasa Pura II selaku pengelola bandara. "Setiap bulan kami selalu dapat perolehan pajak parkir berdasarkan perhitungan omzet yang dilaporkan perusahaan jasa parkir ke pengelola bandara,” ujarnya.

ayu cipta






Komentar Anda

Kirim