Pejabat Tramtib Selalu Membawa Senjata Api
Sabtu, 19 Februari 2005 | 15:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Operasi Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta Krisman Siregar, tersangka penembakan yang mengakibatkan kematian John Albert, adalah pegawai negeri eselon IV. Dia merupakan salah seorang pejabat yang cukup senior di Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta.
Menurut atasan Krisman, Kepala Dinas Ketentraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat (Trantib dan Linmas) DKI Jakarta, Soebagio, Krisman adalah orang yang berdisiplin tinggi, tegas, tapi cukup baik dan tidak emosional. "Suaranya mungkin keras, karena orang batak kan memang begitu. Tapi hubungannya dengan rekan dan bawahannya cukup baik," katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu (19/2).
Kejadian penembakan, dinilai Soebagio, merupakan hari naas bagi Krisman. "Saya tidak tahu, apa penyebabbya karena dia emosional atau mengingat pengalaman traumatiknya," kata Soebagio yang menceritakan Krisman merupakan salah satu pejabat trantib yang pernah dikeroyok massa saat melakukan penertiban beberapa waktu yang lalu (Soebagio lupa kapan). "Tangan kanannya agak cacat karena pengeroyokan itu," katanya.
Krisman, menurutnya, memang memiliki senjata api legal. Hampir semua pejabat eselon III dan IV di dinas trantib memiliki senjata api berijin, begitu pula Soebagio. "Sehari-hari kami bawa, karena senjata itu merupakan perlengkapan perorangan," katanya.
Surat ijin pemilikan senjata, menurutnya, mereka urus secara kolektif tiap tahun sekali. Soebagio mengatakan, secara berkala mereka juga mengadakan latihan.
Suliyanti Pakpahan





