Korban Meninggal Akibat DBD di Kota Bekasi Jadi Lima Orang

Senin, 21 Februari 2005 | 12:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban meninggal karena wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi bertambah menjadi lima orang. "Kita sudah KLB, (tapi) korban tambah satu, jadi ada lima meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kota Bekasi, dr. Krisna Dewayani, Senin (21/2).

Korban terakhir bernama Sudarsono, 47 tahun, warga Kelurahan Pekayon. Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Berdasarkan laporan dari puskesmas yang tersebar di Kota Bekasi dan laporan silang (cross notification) dari rumah sakit di luar Kota Bekasi, jumlah pasien yang dirawat karena penyakit yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk juga meningkat. Kini, total kasus selama 2005 mencapai 240 orang, termasuk lima yang tewas.

Dari grafik fluktuasi kasus DBD, terlihat pada minggu keempat (Januari) 2005 ada 70 kasus, tiga meninggal dunia. Masuk ke minggu kelima dan keenam (Februari), tercatat meningkat menjadi 207 kasus. Memasuki minggu ke tujuh, jumlahnya meningkat lagi, menjadi 240. "Khusus Februari naik jumlahnya 170 kasus, dua tewas," kata Krisna.

Krisna mengungkapkan kemungkinan besar jumlah kasus di Kota Bekasi akan bertambah, karena catatan kasus DBD dari pusat perawatan di luar Kota Bekasi masih belum semua masuk. "Sekarang ini kita masih menunggu data," kata Krisna.
Siswanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: