Febrina, Korban Penculikan itu ditemukan Meninggal
Selasa, 22 Februari 2005 | 18:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pupus sudah harapan keluarga Henri Harahap untuk mendapatkan kembali anak semata wayangnya dalam keadaan sehat. Hilangnya Febrina Purnama Sari Harahap, 11 tahun, terjawab sudah. Febrina ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah kamar mandi kontrakan di Jalan Masjid Rahmat RT 04/02, Kelurahan Jati Rahayu.
Senin (17/2), Febrina yang akrab dipanggil Febi oleh keluarganya ditemukan di kamar kontrakan yang dihuni Yusuf. Siswi kelas enam sekolah dasar itu ditemukan pertama kali oleh Jaya, penjaga kontrakan milik Herman. Korban tewas akibat cekikan, pukulan di kepala dan dada memar-memar.
Saat ditemukan, jenazah Febi sudah membengkak (diperkirakan meninggal sejak tanggal 17/2) menggeletak di lantai kamar mandi kontrakan. Oleh pelaku, jenazah ditelanjangi dan tubuhnya ditutupi selimut. Kunci kontrakan juga dalam keadaan terkunci dari luar. Diperkirakan, pelakunya sengaja untuk menyulitkan pengungkapan.
Awalnya, orang tua Febi sama sekali tidak menduga yang meninggal adalah Febi. Senin sore, nenek Febi, Merry, menonton televisi di rumah keluarga besar Harahap di Perumahan Departemen Dalam Negeri, Jalan Sitra B49, Kelurahan Jati Makmur, Pondok Gede. Ada berita di running text televisi yang menginformasikan penemuan mayat.
Di dalam berita itu, tertulis mayat wanita umur sekitar 30 tahun. Karena tempat kejadian penemuan mayat masih di daerah Pondok Gede, Merry penasaran. Dengan ditemani anak-anaknya, mereka mencari tahu terkait penemuan mayat ke kantor polisi Pondok Gede. Oleh petugas, Merry diberitahu cirri-ciri mayat, antara lain usianya 30 tahun.
Rasa penasaran keluarga yang tengah kehilangan dan berharap cemas itu makin menjadi. Kemudian, mereka memutuskan untuk melihat ke ruang pemusaraan jenazah di RSCM Jakarta. Kondisi tubuh jenazah itu sudah menggelembung karena hasil visum menunjukkan sudah empat hari tewas.
Sebenarnya, Merry sudah putus asa. Tiba-tiba dia mengenali sesuatu yang dikenakan Febi di rambut. Tali rambut berbentuk bunga persis seperti kado ulang tahun yang diberikan kepada Febi 15 Februari lalu. Dari situlah, kemudian jenazah korban pembunuhan itu dapat dikenali.
siswanto





