Prostitusi di Daerah Boker Masih Merajalela
Selasa, 22 Februari 2005 | 19:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Praktek prostitusi di Boker, kecamatan Ciracas Jakarta Timur, yang rencananya akan dijadikan Sport Center, masih terlihat. Meski pembebasan tanahnya sudah selesai namun masih terlihat tenda-tenda biru yang dipasang untuk tempat praktek prostitusi.
Koesnan Abdul Halim, Walikota Jakarta Timur mengatakan sebagian tanah di Boker itu ada yang belum dibebaskan. Dari luas 4,5 hektar, kini tersisa 1,6 hektar lagi. Karena itulah, kata Koesnan, mulai bermunculan kembali tenda-tenda biru tersebut. “Kami sudah lakukan penertiban, tapi kalau petugas meleng kan balik lagi,” katanya di kantor Walikota, Selasa (22/2).
Untuk menyelesaikan masalah ini, Koesnan mengatakan telah ada usulan dari Camat untuk menjadikan daerah Boker yang belum dibebaskan menjadi tempat pembuangan sampah sementara.
Menurut Koesnan pada 2005 ini pembebasan sisa tanah itu harus selesai serta dimulai pembangunan fisik. Diharapkan pada 2006 total pembangunan konstruksi fisik sudah selesai sehingga pada 2007 sport center tersebut dapat dirampungkan.
Asisten Kesejahteraan Masyarakat Jakarta Timur, Arifin Ibrahim juga mengatakan saat ini praktek prostitusi sudah mulai dapat ditekan karena telah dipasang pagar keliling. “Kalau tidak dipagar, tenda biru berlanjut terus,” kelakarnya.
Anggaran untuk pembebasan tanah tahun ini sudah disetujui oleh DPRD sebesar Rp 37 miliar untuk membebaskan sisa tanah tersebut. Masalahnya, menurut Arifin, masih terdapat praktek prostitusi dan perjudian, juga banyak masyarakat yang meminta ganti rugi tidak sesuai dengan ketentuan. “Padahal kami mengacu pada SK Gubernur, ganti rugi sesuai dengan NJOP,” katanya.
nofi triana firman






Komentar Anda :