Tahun ini, Jaktim Prioritaskan Pembangunan Tiga Kawasan
Selasa, 22 Februari 2005 | 19:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pada tahun ini, Pemda Jakarta Timur akan memprioritaskan pembangunan tiga kawasan yakni Jatinegara, Sentra Primer Timur, dan Rawabanbon. Untuk pembangunan ini, dana yang dianggarkan sebesar Rp 1,3 triliun. Dana ini mengalami kenaikan 3,74 persen dari dana tahun lalu yaitu sebesar Rp 1,2 triliun. “Ini (dana) sudah pasti. Sudah diperdakan,” kata Ishak Djohar, Kepala Badan Perencanaan Kotamadya Jakarta Timur ketika ditemui di kantornya, Selasa (22/2).
Ia menjelaskan untuk kawasan Jatinegara dan Rawabanbon pembangunannya akan disayembarakan secara umum. Ini juga suatu upaya untuk memicu perkembangan kawasan tersebut secara luas. “Kami sudah siapkan petunjuk untuk sayembara,” tambah dia. Pihak Kotamadya juga akan membuat suatu kampanye untuk masyarakat (public campaign) selama 67 hari untuk memberi informasi tentang penataan kawasan ini. “Nanti akan kami adakan event-event”.
Menurutnya, target awal pembangunan Jatinegara adalah di dekat lapangan Urip sampai ke depan stasiun Jatinegara. Dalam rencana pembangunan ini pun, menurut Ishak, pedagang kaki lima (PKL) tidak akan digusur. “Keberadaan mereka akan tetap dipertahankan karena mempunyai potensi ekonomi yang tinggi,” kata dia.
Untuk daerah Rawabanbon kecamatan Ciracas, Ishak mengaku sedang mengkaji potensi pengembangan wilayah ini secara lebih mendetail lagi. “Masyarakat di sana membiakkan ikan hias, dan hasilnya bagus-bagus,” katanya.
Sementara ini arah pembangunan Rawabanbon memang untuk agro wisata. Namun Ishak menambahkan, pihaknya tidak mau mengekang ide peserta sayembara. “Siapa tau mereka punya ide yang lebih cocok untuk daerah tersebut. Siapa tau?” katanya.
Pembangunan Jatinegara dan Rawabanbon ini, menurut Ishak, akan dilakukan secara bersamaan. Ia juga menginginkan pembangunan ini diteruskan sampai ke tingkat provinsi. “Jangan sebatas kotamadya saja, akan saya teruskan ke tingkat provinsi. Tapi yang penting masyarakat di sekitarnya sejahtera dulu,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu pembangunan Sentra Baru Primer saat ini masih dikaji kelembagaannya. “Sekarang sedang dikaji bapeda,” ujar Ishak. Karena, kata dia, membebaskan tanah 90 hektar bukan suatu usaha yang mudah. Apakah dari hasil kajian itu nanti luas daerah pembangunan akan dipersempit, kata dia, harus menunggu dari kajian bapeda. “Ada usulan begitu, tapi kita tunggu dulu lah…” katanya.
nofi triana firman





