Suplai Air PAM Keruh dalam Dua Pekan Terakhir
Rabu, 23 Februari 2005 | 16:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Thames Pam Jaya mengeluhkan keruhnya suplai air baku Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Akibat dari kondisi ini, dalam dua pekan terakhir, produksi air bersih di bawah kendali Thames tidak normal. Dampak berikutnya, layanan air kepada pelanggan menjadi terganggu.
Juru bicara Thames Devy Yheanne mengatakan,
“Sejak dua pekan terakhir, Thames Pam Jaya telah memproduksi air secara fluktuatif. Ini akibat dari tingginya tingkat kekeruhan (turbidity) air baku yang diterima dari Perum Jasa Tirta II," katanya, Rabu (23/2).
Tingkat kekeruhan tertinggi pada 8 Februari lalu, kata dia, mencapai enam kali lipat dari ambang batas. Hari ini (Rabu 23/2) mulai membaik,” ujarnya.
Keruhnya pasokan air, menurut Devy dalam siaran persnya, juga menyebabkan tingginya endapan lumpur pada instalasi, khususnya di Instalasi Produksi Air Buaran).
Berdasarkan laporan, air baku keruh kemungkinan besar adanya hujan lebat yang terus-menerus di daerah hulu (Purwakarta, Karawang, Cikarang, Cibinong, Bekasi, Citeureup, Cibubur).
Hujan ini menimbulkan erosi tanggul di sepanjang Kali Bekasi, Kali Cibeet, dan Kali Cikarang sebelum masuk ke Tarum Kanal Barat, Kali Malang.
Thames Pam Jaya adalah pengelola Instalasi Produksi Air (IPA) Buaran I dan II yang berkapasitas produksinya mencapai 2.000 liter per detik dan 3.000 liter detik detik.
Sedang instalasi penjernihan di Pulo Gadung kapasitas produksinya sebesar 4.000 liter detik. Dihimbau pelanggan air bersih menyediakan penampungan air secukupnya guna mengantisipasi gangguan suplai air.
Elik Susanto-Tempo





