Pegadaian Bogor Dirampok, Kerugian 1 Miliar Lebih

Jum'at, 25 Februari 2005 | 05:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi perampokan bersenjata api mirip film laga terjadi di Kantor Pegadaian Cabang Pembantu Tajur, Bogor, kemarin siang. Tujuh pelaku, termasuk seorang wanita berhasil membawa dua brangkas berisi perhiasan emas, berlian, dan uang. Sebelum menyikat barang dan uang, pelaku menyekap tujuh karyawan.

Yuda, Satpam Pegadaian yang saat itu sedang bertugas, menuturkan setelah berhasil mengobok-obok isi kantor, para pelaku yang menggunakan mobil Kijang kabur ke arah Ciawi. Menurutnya, sebelum kantornya tutup seorang wanita berpakaian perlente masuk ke kantornya. Wanita ini, menurut dia, pura-pura menggadaikan perhiasannya. Pada saat petugas sedang mengecek perhiasan yang akan digadai, wanita berparas manis itu sibuk menelpon. Tak tahunya, ia menelepon komplotannya yang sudah menunggu di luar. Tak lama setelah itu, datang enam orang lelaki. Seorang di antaranya bersenjata api, sedang lainnya bersenjata tajam.

Direktur Keuangan Perum Pegadaian, Budianto, memperkirakan total kerugian mencapai Rp 1-2 miliar. "Jumlah itu mungkin saja. Untuk nilai pastinya, kita belum melakukan perhitungan," katanya saat dihubungi di Jakarta. Ia menjamin, Pegadaian akan mengganti seluruh barang yang hilang itu. "Seluruh barang itu sudah diasuransikan," ujarnya.

Informasi dihimpun Tempo di lokasi kejadian, para pelaku diduga telah mempelajari situasi di Pegadaian Tajur. Sebab, mereka datang 15 menit sebelum kantor itu tutup pada 14.30 WIB. Yuda yang ada di dalam ruangan itu langsung ditodong dengan pistol. Pegawai yang sedang bertugas kaget bukan kepalang. "Mana brangkas berisi emas, mana uang, cepat-cepat....," kata pelaku yang memegang pistol.

Karena ketakutan, Rahman Susilo, Kepala Cabang Pembantu Pegadaian Tajur, langsung menunjukkan tempat penyimpanan emas yang ada di pegadaian itu. Pelaku juga merampas uang tunai Rp 55 juta dari kasir. Saat beberapa pelaku menguras barang, pelaku lainnya mengikat tujuh pegawai pegadaian itu.

Setelah korban menunjukkan lokasi barang dan mengikat korban, menurut Yuda, pelaku pun leluasa menguras dua brangkas tempat penyimpanan ribuan perhiasan emas dan berlian. Tidak lama mobil pelaku berwarna hijau gelap menuju halaman Pegadaian, dua berangkas langsung diangkut dan langsung kabur ke arah Ciawi.

Neneng, warga yang ada tak jauh dari Pegadaian semula tak tahu menahu kalau terjadi perampokan. Namun, setelah alarm pegadaian itu berbunyi. Ia pun langsung keluar dan datang ke Pegadaian sambil berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu pun langsung berdatangan. Warga pun akhirnya ramai-ramai mendobrak pintu depan dan mendapati para korban yang disekap. Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi.

Lima belas menit kemudian polisi datang ke TKP dan langsung melakukan penyidikan. Polisi langsung memintai keterangan lima pegawai Pegadaian. "Mudah-mudahan pelakunya cepat kami ringkus," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Arif Rachman.

Mengenai kerugian, Arif mengatakan, berdasarkan catatan yang ada di polisi selain uang tunai Rp 55 juta dan berbagai emas perhiasan di dua brankas. "Nilai persisnya kurang tahu. Tapi mungkin tak sampai Rp 1 miliar," katanya. (deffan p/amal ihsan)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: