Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Akan Tambah Pemantau Jentik
Jum'at, 25 Februari 2005 | 14:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) Jakarta Selatan sejak Januari 2005 hingga hari ini, Jumat (25/2), mencapai 307 orang. Dari jumlah itu, 34 adalah penderita pada pekan ini dan 10 korban meninggal dunia.
Jumlah di atas merupakan data yang masuk ke Penyelidikan Epedemiologi Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. "Jadi, jumlah di lapangan bisa saja lebih banyak," kata Surveilans Demam Berdarah Jakarta Selatan, Farida, kepada Tempo, Jumat (25/2).
Pada pekan ini, jumlah kelurahan berstatus merah di Jakarta Selatan tinggal tujuh kelurahan, 34 kelurahan kuning, dan 24 kelurahan hijau. Kecamatan Kebayoran Lama merupakan kecamatan dengan jumlah kelurahan merah paling banyak dibanding kecamatan lainnya. Tiga dari enam kelurahannya berada dalam status merah, yakni tiga minggu berturut-turut ditemui penderita DBD atau ada korban yang meninggal.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Jasmiati, menyatakan akan menambah juru pemantau jentik (jumantik) di wilayahnya. "Membasmi jentik lebih ampuh dibanding fogging (pengasapan)," katanya.
Selama ini, satu jumantik bertanggung jawab atas satu kelurahan. "Mereka dipimpin oleh satu koordinator di tiap-tiap kecamatan. Jadi kami punya 75 jumantik," kata Jasmiati.
Kini Jasmiati akan menempatkan satu jumanti di tiap-tiap RT (Rukun Tetangga). Uji coba pertama akan di lakukan di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. "Tapi, kami baru mencoba mengadakan satu jumantik suka rela tiap RW (Rukun Warga)," katanya.
Perekrutan jumantik itu dilakukan oleh Puskesmas dan kelurahan di daerah yang bersangkutan. Selanjutnya, para jumantik itu akan mendapat penyuluhan dari petugas dan dokter Puskesmas serta petugas dari Suku Dinas Kesehatan. "Mereka akan diberitahu tugas-tugas seorang jumantik," ujar Jasmiati.
Tugas jumanti, di antaranya, mengkoordinir gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) setiap hari Jumat pagi, juga melakukan pencarian jentik nyamuk di lingkungannya untuk kemudian dibasmi.
Pekan berikutnya, Jasmiati akan melakukan program serupa di kecamatan lain, terutama kecamatan Kebayoran Lama.
Suliyanti Pakpahan





