Orang Tua Murid Memprotes Kewajiban Les

Senin, 28 Februari 2005 | 18:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah orang tua murid SMP PGRI 1 Kota Bekasi mengeluh karena anaknya diwajibkan ikut les. Orang tua juga keberatan dengan biaya les yang ditetapkan sepihak oleh guru sekolah. "Saya sedih. Bila anak saya tidak ikut les, nilainya akan jeblok," kata Reli, salah satu orang tua siswa, di Bekasi, Senin (28/2).

Reli mengatakan, biaya tambahan untuk les anaknya yang duduk di kelas II semester ini tak kurang dari Rp 300 ribu. "Awalnya malah Rp 500 ribu, tapi dikurangi jadi Rp 300 ribu." Biaya itu, kata Reli, hanya untuk les pelajaran matematika.

Pada November 2004, kata Reli, guru matematika mengumumkan agar semua siswa kelas II (1-3) membayar Rp 500 ribu untuk biaya les. Biaya itu untuk les semester satu dan dua. "Anak saya harus ikut les di semester dua. Padahal, di semester satu dia tidak ikut les," kata Reli yang juga pengajar di sebuah Sekolah Dasar Negeri itu.

Anaknya terpaksa ikut les karena guru itu menjamin setiap siswa yang sudah ikut les matematika bisa mendapatkan nilai tujuh. Sebaliknya, bagi siswa yang tidak ikut les, guru itu akan memberikan nilai sesuai hasil yang diperoleh. "Apa itu mendidik siswa," tutur Reli.

Karena merasa tak puas, Reli mengaku sempat menemui Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Bekasi, Undang Sunarya, awal Januari lalu. Ia menanyakan soal kewajiban les serta biayanya yang terlalu mahal. "Kepala sekolah bilang les itu dalam kebijakan sekolah." Anehnya, kata Reli, beberapa hari kemudian biaya les turun jadi Rp 300 ribu.

Firma, kakak kandung seorang siswa di kelas dua SMP PGRI 1 itu, juga menyatakan keberatan. Kebijakan itu dinilainya sebagai paksaan. "Kami keberatan, guru memaksa untuk ikut les matematika. Tapi, kalau tidak ikut akan mempengaruhi nilai," ujar Firma.

Kepala Sekolah SMP PGRI 1, Undang Sunarya, mengaku tidak tahu adanya pelaksanaan les oleh guru matematika itu. "Saya anggap ini informasi, saya belum tahu nanti saya akan konfirmasi ke guru bersangkutan," kata Undang.

Menurut Undang, sesuai peraturan sekolah, guru tidak diizinkan memberikan les dengan memungut biaya tambahan. "Kita tidak ada kebijakan seperti itu. Karena semua kegiatan sudah ditanggung sekolah," kata Undang. Undang juga membantah pernah menerima pengaduan dari orang tua siswa. "Belum, belum pernah ada keluhan," kata Undang.

Siswanto-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: