Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Depok

Darmaningtyas: Tol Depok Hanya Untungkan Industri Otomotif
Selasa, 01 Maret 2005 | 10:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat transportasi, Darmaningtyas, memandang pembangunan jalan tol Depok-T.B. Simatupang dan jalan tol Cinere-Jagorawi, hanya akan menguntungkan industri otomotif dan pihak Jasa Marga. "nIlai positif untuk masyarakat tidak ada," kata Darmaningtyas kepada Tempo.

Dia menilai, pembangunan jalan tol akan membuat semakin banyak pembelian mobil-mobil baru dan menambah jumlah industri otomotif. Penghematan waktu, menurut Darmaningtyas, hanya akan lancar pada tahap awal saja. Tapi nanti, menurutnya, ketika semua orang berpikiran lewat jalan tol lancar, justru akan terjadi kemacetan juga di tol. Kasus tersebut mengulang kasus di tol Cawang, tol Jagorawi, dan lain-lain. "Tol itu hanya memindahkan kemacetan," ujarnya.

Darmaningtyas memandang, pembangunan tol tersebut akan menambah jumlah kecelakaan lalu lintas dan mendorong semakin banyak orang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Karena, menurutnya, fasilitas transportasi di daerah tersebut lebih lengkap.

Hal itu, ujarnya, berlawanan dengan prinsip otonomi daerah yang semestinya harus mendorong orang untuk tetap tinggal di daerah sehingga Jakarta tidak begitu padat seperti sekarang. "Jadi, pembangunan tol di dalam kota justru akan menambah kepadatan dan tidak akan pernah memecahkan persoalan kemacetan di Jakarta," katanya.

Menurut Darmaningtyas, pemerintah sebaiknya konsisten dengan otonomi daerah. "Stop pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Jabodetabek, alihkan ke daerah," katanya melanjutkan. Dari hasil pengamatannya, jalan-jalan di luar Jawa belum begitu bagus, malah banyak yang kondisinya memprihatinkan, belum beraspal dan berlubang di sana-sini.

"Mestinya daerah seperti itu yang harus didorong untuk berkembang," katanya. Dia berharap pemerintah tidak mengulang kesalahan orde baru dimana seluruh pembangunan infrastruktur jalan bertumpu di wilayah Jabodetabek.

Suliyanti Pakpahan-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana aksi protes pijar membebaskan jalan tol dengan poster bertuliskan  bayar tol sama dengan memperkaya cendana, bis ppd di jl. Gatot Subroto, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22]. Suasana aksi protes pijar membebaskan jalan tol dengan poster bertuliskan  bayar tol sama dengan memperkaya cendana, kembalikan hak kelola tol kpd negara di jl. Gatot Subroto, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jasa Marga Mulai Garap Empat Proyek Tol September-Oktober
CMNP Ikut Tender Tol Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi
Bank Mandiri Sediakan Rp 5 Triliun untuk Proyek Jalan Tol
JORR Ulujami-Veteran Selesai Tepat Waktu
Meski Akan dibangun Jalan Terusan, Warga Tetap Pilih KRD
Jasa Marga Rugi Besar Akibat Molornya Proyek JORR
Jalan Tol Licin, Beberapa Kecelakaan Terjadi
JORR Veteran-Ulujami Akan Dibuka Awal April Ini
Ganti Rugi Tol Lingkar Luar Jakarta dibayar Akhir Bulan ini
Pembangunan JORR Jatiasih-Cikunir Molor
> selengkapnya...


Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur
Dua Pedagang ABG ke Malaysia Diciduk
Pengunjung Tempat Wisata Membludak, Lalu Lintas Macet
GELIAT SANG JAWARA

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data