Warga Desa Bingung Soal Subsidi BBM
Rabu, 02 Maret 2005 | 16:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintahan tingkat desa atau kelurahan di Tangerang belum dilibatkan dalam penyaluran kompensasi subsidi bahan bakar minyak. Subsidi yang akan diberlakukan pemerintah menyusul naiknya harga BBM, tersebut masih menjadi wacana di masyarakat desa.
Sejumlah perangkat desa atau kelurahan di Tangerang mengaku belum mendapat mandat dari wali kota, bupati maupun camat. Bagaimana prosedur, menyusun, dan mendata warga yang akan menerima subsidi, belum jelas. "Sejauh ini kami belum tahu apa-apa, belum ada pemberitahuan soal itu," ujar Syamsusin, staf Desa Kelapa Dua, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang kepada Tempo, Rabu (2/3).
Menurutnya, belum ada instruksi apa-apa sehubungan dengan pelaksanaan subsidi. "Sejauh ini kami belum dilibatkan, dan sifatnya hanya menunggu perintah," kata Syamsudin. Berdasarkan data pada 2004, Desa Kelapa Dua yang masuk keluarga miskin sekitar 500 keluarga. Mereka yang mendapat jatah beras sebanyak 5.136 keluarga atau sekitar 23.344 jiwa.
Sekretaris Lurah Babakan, Kecamatan Tangerang, Rustamaji, mengaku juga belum mendapat instruksi berkaitan dengan subsidi di atas. Ketidakjelasan program subsidi, memicu kebingungan warga. Mereka umumnya tergiur oleh berita-berita yang muncul di TV.
"Dari dulu saya sering dengar bantuan, subsidi buat orang susah seperti saya, tapi tidak pernah ada buktinya," ujar Jaya, salah seorang warga yang sehari-hari menjadi kuli bangunan itu.
Joniansyah-Tempo





