Angkot Cilincing-Priok Mogok

Jum'at, 04 Maret 2005 | 19:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kenaikan BBM ternyata lebih berdampak pada rakyat kecil. Ratusan sopir angkutan kota mikrolet jalur 14 Cilincing-Tanjung Priok hari ini mulai pukul 09.00 WIB melakukan aksi mogok."Kami menuntut pemerintah untuk menaikkan ongkos angkutan umum. Kami mengerti kesulitan pemerintah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Tetapi jangan tidak peduli dengan nasib kami, dong,"ujar Rifai (40) salah seorang pengemudi mikrolet 14 di dekat Kantor Pemadam Kebakaran Jakarta Utara siang tadi (4/3).

Menurutnya, kenaikan BBM ini yang menanggung bukan pemiik kendaraan, tetapi kebanyakan sopirnya.
"Bayangkan dari kebutuhan bensin setengah hari kami harus mensubsidi sebesar Rp 30 ribu. Uang dari mana, mas? Kerja seharian gini cuma dapat Rp 3000-5000,"ujar Rifai.

Aksi itu, menurut Rifai, hanya spontan. "Tadi pagi kami berangkat memang punya niat untuk menarik. Tapi sampai di terminal Tanjung Priok seluruh pengemudi mogok. ya kami ngikut aja,"kata Rifai.

Beberapa penumpang yang menunggu lewatnya kendaraan ini, terpaksa mengendarai angkutan alternatif. "Yah, kami terpaksa naik ojek. Biasanya kami naik mikrolet cukup Rp 1500. Tetapi untuk menuju Ciincing, kami harus keluarkan Rp 10.000 untuk naik ojek,"keluh Dewi (25), yang mengaku sudah menunggu kendaraan hampir 2 jam.

Asep Yogi Junaedi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: