|
Bekasi
Wali Kota Bekasi: Kerugian Akibat Banjir Rp 30 Miliar
Senin, 07 Maret 2005 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kerusakan infrastruktur akibat luapan Sungai Cikeas dan Kali Bekasi yang membanjiri 17 kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Bekasi ditaksir mencapai Rp 30 miliar. Pemerintah Kota Bekasi akan mengirimkan surat ke pemerintah provinsi dan pusat untuk meminta bantuan rehabilitasi kerusakan itu.
"Kalau kerusakan yang sifatnya kecil, seperti selokan-selokan dan saluran air itu, kami yang mengerjakan dan membangunnya. Tapi, kalau yang sifatnya sudah besar seperti tanggul jebol, jembatan, dan jalan raya, itu sudah tanggungan provinsi dan pusat," kata Wali Kota Bekasi, Akhmad Zurfaih, hari ini, Senin (7/3).
Permintaan dana rehabilitasi itu, kata Akhmad, belum termasuk untuk rehabilitasi sepanjang Kali Bekasi, dari Bogor hingga muara di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. "Sungai itu sebenarnya tanggungan pusat, kalau dibiarkan, banjir tetap datang," kata dia.
Pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan di sektor sarana umum, seperti jalan raya, jembatan, gorong-gorong dan tanggul yang rusak. Selanjutnya, Akhmad mengungkapkan, pemerintah daerah meminta pemerintah pusat segera menangani sungai dengan mengeruk dan membetulkan saluran air.
Dia menjelaskan, banjir paling banyak disebabkan karena sebagian masyarakat pendatang yang mematok-matok sungai untuk tempat tinggal. Selain itu, sungai juga digunakan sebagai tempat tinggal sehingga terjadi penyempitan dan sendimentasi dasar sungai (pendangkalan akibat timbunan lumpur).
"Infrastruktur itu mesti ada normalisasi Kali Bekasi yang dimulai dari Bogor sampai ke muara di Tarumajaya. Kalau tidak dikeruk, tetap saja ada banjir dan luapan air besar," kata Akhmad. Pemerintah daerah, kata dia, dalam rehabilitasi sungai akan membantu untuk menunjukkan lokasi-lokasi tersebut.
Berdasarkan data Posko Pengandalian Bencana Banjir Pemerintah Kota Bekasi, akibat luapan Kali Bekasi menimbulkan kerugian, yakni sebanyak 7.099 Kepala Keluarga rumahnya terendam air, tiga rumah di antaranya berlokasi di Kecamatan Jatiasih dan rusak berat.
Kerusakan infrastruktur lainnya, selain jalan yang tergenang, juga tanggul jebol. Tanggul di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih sepanjang 200 meter jebol. Tiga titik tanggul yang masing-masing berukuran 3 hingga 5 meter di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu juga jebol. Tanggul sepanjang 15 meter di Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat jebol juga.
Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|