Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Industri Bisa Dapat Minyak Murah dari Pangkalan Liar
Senin, 07 Maret 2005 | 18:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pangkalan minyak tanah liar mempunyai hubungan yang saling menguntungkan dengan sektor industri. "Makanya mereka tetap hidup", jelas Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Agung Sabar Santoso kepada wartawan hari ini, Senin(7/3).

Pangkalan liar memperoleh minyak tanah yang disubsidi untuk rakyat dengan harga murah. "Industri dapat membeli minyak tanah tersebut dengan harga yang lebih murah dari pangkalan liar daripada harus membeli di Pertamina," kata Kepala Satuan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Sumdaling) AKBP Ahmad Haydar yang mendampingi Agung.

Keuntungan lain yang dirasakan sektor industri dengan membeli di pangkalan liar adalah kemudahan membayar. "Mereka bisa utang dulu," kata Haydar. Selain itu, ia menambahkan, proses pengirimannya juga relatif lebih cepat.

Jumat (4/3) lalu, Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di dua lokasi, Jalan Sarangbangau, Marunda, Jakarta Utara dan Jalan Cempaka, Kecamatan Jatisampurna, Bekasi.

Di lokasi pertama Polda menemukan 23 drum minyak tanah, 84 ton residu minyak hitam dan satu buah alkon (alat untuk memompa minyak dari satu tangki ke tangki lain).

Sedangkan di lokasi kedua ditemukan satu buah kontainer berisi minyak tanah dan sejenis minyak hitam yang dapat dipakai untuk mengoplos minyak tanah menjadi solar. Di lokasi itu juga ditemukan satu kontainer berisi bahan bakar jenis minyak hitam.

Indriani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO. Massa PDI pro Megawati Soekarnoputri duduk di depan deretan polisi anti huru hara/ PHH saat mimbar bebas di depan kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok. TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/387/1996; 20010228].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aksi Demo di Palu Berakhir Rusuh
Gubernur DKI Bahas Kenaikan Tarif Angkutan
Truk vs Taksi Lima Tewas di Klaten
Jusuf Kalla: Golka Belum Pelajari Hak Angket
Pendistribusian Dana Kompensasi dari Bawah
DPR Terus Tekan Pemerintah
Angkot Cilincing-Priok Mogok
Jarpuk Surakarta Keluhkan Kenaikan BBM
Organda DKI Ajukan Kenaikan Tarif Senin Depan
Pengelola Trans Jakarta Bahas Tarif Busway Berdasar Jarak
> selengkapnya...


Referensi

Profil Kapolda Metro Jaya
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Situs Anti-Narkoba Polda Metro Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur
Dua Pedagang ABG ke Malaysia Diciduk
Pengunjung Tempat Wisata Membludak, Lalu Lintas Macet
GELIAT SANG JAWARA

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data