Penanganan Limbah Air Pekayon Terhambat Masalah Administrasi
Rabu, 09 Maret 2005 | 22:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelandaian saluran air di Pekayon, Jakarta Timur, masih belum dapat dimulai karena terhambat masalah administrasi. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta Timur, Surya Darma, mengatakan, Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Timur telah meminta izin ke Dinas PU DKI Jakarta agar dapat memulai perbaikan saluran air kendati masalah administrasi belum selesai, "Tetapi DKI tidak bisa begitu, administrasinya harus jelas," katanya, Rabu (9/3).
Hari ini telah dilaksanakan pertemuan untuk membahas sumber dan penanganan masalah limbah busa di Pekayon antara Pemerintah Daerah Jakarta Timur dan Depok. “Namun belum semuanya hadir, jadi belum ada keputusan apa-apa,” kata dia.
Nantinya, kata Surya, masalah ini akan dibahas antara institusi di pemerintahan Jakarta Timur dan Depok yaitu BPLHD, PU, dan Badan Perencanaan Kotamadya. “Kami koordinasikan di tingkat wilayah saja dengan landasan nota kesepahaman kerja sama antarwilayah yang sudah ada,” katanya.
Surya juga mengatakan, pihaknya akan tetap menelusuri sumber dari limbah ini. Penelitian yang dilakukan sejak November 2004 menemui kendala karena industri-industri yang diduga sebagai sumber dari limbah ini berlokasi di Depok. “Itu di luar kewenangan kami,” tambahnya.
Menurut Surya, dari unsur limbah ini ditemukan kandungan deterjen yang tinggi. Namun begitu, ia belum dapat memastikan apakah limbah ini murni dari industri atau ada limbah rumah tangga juga. “Bisa saja ini limbah rumah tangga yang sudah terakumulasi sekian lama sehingga pada waktu hujan menimbulkan gelombang busa,” kata dia.
Limbah busa tersebut tidak hanya membuat gelombang setinggi dua meter, tetapi juga menimbulkan bau yang menyengat. “Kalau dari baunya sepertinya bukan hanya dari deterjen. Tapi itu memerlukan penelitian lebh lanjut, kami akan terus menelusuri sumbernya,” ujarnya.
Nofi Triana Firman
TOPIK
Komentar Anda
- ahhh payah...~~
duh ..ribet juga sih ... bingung mau ngomong gmna...!!
Pengirim : reza di jakarta





