DPRD Diminta Hati-hati Soal Kota Cipasera

Kamis, 10 Maret 2005 | 13:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tanggapan pro dan kontra atas gagasan pembentukan Kota Cipasera (Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pagedangan, Serpong dan Pondok Aren) terus menguat. Karena itu, kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Tangerang selatan meminta DPRD Kabupaten Tangerang bersikap hati-hati dalam menyikapi isu itu.

Hal itu disampaikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Studi Mahasiswa untuk Kebijakan Publik kepada Komisi A DPRD. "DPRD jangan mau diprovokasi kelompok mana pun," kata juru bicara mahasiswa, Ahmad Mustofa, Kamis (11/3).

Menurut Mustofa, jika DPRD terburu-buru dalam mengambil sikap, wargalah yang akan menanggung efek negatifnya, baik yang pro maupun yang kontra pembentukan Kota Cipasera.

Jika DPRD menolak, kata Ahmad, masyarakat yang pro Cipasera akan merasa semakin terpinggirkan. Sebaliknya, jika DPRD setuju, gejolak di kalangan masyarakat yang kontra Cipasera akan memanas. "Itu bisa menimbulkan konflik horizontal," kata Mustofa.

Sikap mahasiswa, kata Mustofa, berada pada posisi netral. Yang diinginkan mahasiswa, DPRD harus mengkaji dulu gagasan Cipasera secara tuntas sebelum mengambil sikap.

Mahasiswa meminta DPRD melakukan kajian yang melibatkan masyarakat, akademisi, politisi, ahli ekonomi, dan aktivis LSM. Untuk mengetahui respons warga atas gagasan Kota Cipasera, menurut mahasiswa, juga perlu ada survei yang dilakukan lembaga independen.

Rencananya, hari ini DPRD akan membentuk Panitia Musyawarah untuk membahas aspirasi pro dan kontra atas pembentukan kota Cipasera.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komite Bersama Pembentukan Kota Cipasera, Hidayat, mengatakan, sekitar 300 masyarakat pro Cipasera siang ini juga akan unjuk rasa ke gedung DPRD. Mereka akan mendesak DPRD menunjuk tim independen dan membentuk panitia khusus untuk membahas gagasan kota Cipasera.

Joniansyah-Tempo






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: