Fraksi Golkar Tolak Perkampungan Budaya Betawi Bernilai Religius Islami
Kamis, 10 Maret 2005 | 17:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Fraksi Partai Golongan Karya (F-PG) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta tidak setuju jika pengembangan budaya Betawi diarahkan kepada nilai religius Islami. Alasannya, hal itu akan mengingkari sejarah Budaya Betawi itu sendiri.
"Dalam sejarah Betawi, di samping Islam sebagai agama mayoritas, terdapat orang Betawi yang beragama Kristen," kata Juru Bicara F-PG, Marthin Octavianus Makatita saat membacakan kata akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perkampungan Budaya Betawi di kantor DPRD, Jakarta, Kamis (10/3). Menurutnya, orang Kristen adalah hasil asimilasi budaya berbagai negara termasuk Eropa.
Karakter perkampungan Betawi yang Islami ini terdapat dalam konsideran Menimbang (poin b) Raperda Perkampungan Budaya Betawi. Kendati begitu, keenam fraksi yang lain dapat menerima ketentuan itu.
Berdasarkan pasal 2 Raperda ini, Perkampungan Budaya Betawi akan bertempat di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas sekitar 289 hektar. Kawasan ini meliputi permukiman, fasilitas, hutan kota, Setu Babakan, Setu Mangga Bolong, dan mata air.
Menanggapi Golkar, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan tidak ada unsur rasialis dalam Perda ini. "Perda ini hasil evolusi dari berbagai budaya di Betawi dan itu tetap harus dihargai," kata Fauzi.
Ewo Raswa
Topik :




Komentar Anda :