Pedagang WTC Manga Dua Tidak Percaya Ancaman Bom

Minggu, 13 Maret 2005 | 15:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa pedagang di pusat perbelanjaan Wholesale Trade Center (WTC) Manga Dua, Jakarta Utara, mengaku tidak percaya dengan ancaman bom seperti peringatan yang dikeluarkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Kamis kemarin. “Terus terang, kami tidak percaya ada orang yang mau ngebom tempat ini. Buktinya sampai sekarang tidak terjadi apa-apa di sini,” kata Marojahan Doloh Saribu, penjual tas di Blok B, WTC Mangga Dua, kepada Tempo, Minggu (13/3).

Namun dia tidak menampik kalau akibat dari peringatan dari AS itu berdampak pada turunnya omset penjualan. Sebelum ada isu bom, Marojahan mengaku bisa menjual tas rata-rata lima buah per hari. “Sehari sebelum kabar itu kami dengar, yakni Kamis (10/3) lalu, barang kami (tas) laku hinga 20 buah. Hari ini (Minggu, 13/3) kami tas yang kami jual baru laku satu buah,” ujarnya.

Sepinya pengunjung pusat perbelanjaan itu, juga diakui A-Ku Kuku, penjual pakaian di Blok A, WTC Mangga Dua. Sebelum ada kabar ancaman bom, dirinya mengaku bisa menjual sekitar 20 potong pakaian dalam sehari. “Sekarang paling laku 10 potong perhari,” ungkapnya.

Menurut pedagang pakaian lain yang menempati Blok C, Sumarni, mestinya liburan yang berlangsung beberapa hari, seperti yang terjadi sekarang, tempat ini selalu dipadati pengunjung. “Hari ini memang sedikit sekali orang yang datang ke sini. Mungkin mereka takut karena ada berita di koran dan TV, kalau tempat ini akan dibom,” katanya.

raden rachmadi






Komentar Anda

Kirim