Pedagang Kaki Lima Bisa Menata Diri
Senin, 14 Maret 2005 | 13:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Pedagang Kakilima Indonesia Jakarta Barat membuktikan kalau pihaknya bisa mengatur diri tanpa harus dikejar-kejar petugas ketertiban. Ujang Basri, ketua asosiasi, menunjuk contoh bentuk kemandirian pedagang di Pasar Taman Surya, Jakarta Barat.
Pada mulanya Pasar Taman Surya merupakan jalur hijau. Para pedagang dengan sadar berusaha pindah ke lokasi baru. Dan, bisa. "Kami, pedagang kaki lima, sebenarnya bisa taat aturan bahwa perempatan jalan dan jalur hijau adalah tempat terlarang untuk berjualan,” katanya kepada Tempo, Senin (14/3).
Ujang bersama sesama pedagang, mencoba mendongkrak citra. Selain peduli pada aturan main pemerintah, juga cara menggaet konsumen. “Di Taman Surya ada sekitar 200 pedagang. Model penempatannya berdasarkan jenis barang yang dijual. Ada kelompok pedagang pakaian, makanan, hingga sayuran,” bebernya.
begitu pula dengan pembuangan limbah sampah dan air comberan yang tidak sembarangan disiramkan. “Di Pasar Surya pengelolaan limbahnya sudah baik, tidak seperti pasar-pasar tradisional lainnya. Saluran drainase cukup lancar dan teratur,” kata Indra Subagyo, anggota Dewan Kota saat dihubungi terpisah.
Subagyo berharap, melalui peraturan daerah, pemerintah menetapkan lokasi pedagang tidak digusur. “Para pedagang kaki lima di pasar ini sudah digusur beberapa kali. Kasihan mereka kalau sekarang sudah menata diri dengan baik, kemudian digusur,” harapnya.
Raden Rachmadi-Tempo





