Pemilahan Sampah Sulit Dilakukan

Selasa, 15 Maret 2005 | 19:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Rama Boedi mengatakan untuk mengurangi volume sampah di Jakarta harus dimulai dengan pemilahan jenis sampah. Saat ini pihaknya telah berkeliling ke wilayah-wilayah Jakarta untuk menampung masukan-masukan agar masalah kebersihan Jakarta dapat ditangani secara tuntas. "Ini wilayah ke-empat," katanya, Selasa (15/3).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan JakartaTimur Ratim Aman mengaku pemilahan sampah masih sulit dilakukan. "Karena pada akhirnya tempat pembuangannya masih satu," tambahnya. Menurutnya, idealnya sampah harus dipilah-pilah agar dapat dipisahkan mana yang benar-benar sampah dan mana yang bias didaur ulang. "Dengan begitu volume sampah dapat ditekan," katanya.

Pemisahan sampah tersebut sudah berjalan beberapa waktu lalu, namun saat ini sedang terhenti karena tempat penampungan sampah yang terletak di Pasar Rebo ambruk. "Cari lokasi untuk pembuangan sampah kan juga tidak mudah," katanya menambahkan.

Selain tempat pembuangan yang ambruk, menurut Ratim kendala lainnya adalah kurangnya tenaga dari suku dinas kebersihan. Untuk pegawai operasional yang murni bekerja di lapangan hanya 561 orang. "Tapi untuk pembersihan jalan-jalang protokol, kami bekerja sama dengan pihak swasta. Kami memang kekurangan tenaga dan armada," ujarnya. Terdapat empat perusahaan swasta yang bekerja sama untuk membersihkan jalan yaitu Capri Nusa Raya, Sumber Teknik Swajaya, Cempaka Adi Jaya dan Budi Lestari Anggun.

nofi triana firman






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: