Konsep Terpadu Senen Diharapkan dimulai 2006
Selasa, 15 Maret 2005 | 20:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangunan pengembangan kawasan Senen yang mengintegrasikan terminal Senen, pusat perdagangan termasuk atrium dan Stasiun kereta api yang berada dalam 1 kawasan diharapkan dapat dimulai tahun 2006. "Akhir tahun ini konsep legal yang diresmikan lewat SK Gubernur diharapkan sudah kelar," ujar Walikotamadya Muhayat yang didampingi Kepala Badan Perencanan Kota (Bapeko) S. Ediningtyas kepada Tempo di ruang kerjanya, Selasa (15/3).
Saat ini, katanya, Bapeko dan stakeholder Senen (PD. Pasar Jaya, BUMD, PT. KAI dan Departemen Perhubungan) sedang mematangkan dan memadukan konsep penataan Senen hasil sayembara, Life in Tomorrow Senen milik Maryanti Kusuma Asmara, dengan konsep perencanaan penataan Senen steakholder. "Intinya, potensi dan magnet Senen serta masalah seperti kesemrawutan akan diakomodir," katanya.
Ia menuturkan, masalah di Jakarta Pusat berupa kesemrawutan di Pasar Senen, Pasar Baru dan Pasar Tanah Abang harus segera diatasi agar tidak mengarah pada runtuhnya perekonomian di pasar tersebut. "Senen itu masalah lama di mana kesemrawutan sudah sangat serius hingga mengancam para pedagang resmi yang bayar pajak," ujarnya.
Pedagang resmi itu, ujarnya, sudah banyak yang gulung tikar termasuk toko besar seperti Ramayana karena tidak bisa kompetitif. "Kalau terus begini perekonomian kota terganggu. Sebab itu kita harus segera membenahi, tidak bisa ditunda," katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan pedagang resmi dan informal akan diseimbangkan namun ia tidak bisa menjanjikan Pedagang Kaki Lima (PKL) akan ditampung semua meski juga tidak dihilangkan semua. "Kalau saya katakan akan ditampung semua, besok PKL akan bertambah 2 kali lipat. PKL akan diselesaikan hingga tidak ada lagi,"ujarnya.
Yang jelas, tuturnya, ia berusaha mencari solusi yang paling baik mengatasi PKL. "PKL buku di sekitar gunung agung penyelesaiannya lebih awal," ujarnya.
"Kesemrawutan di Blok-M karena pembangunannya parsial tidak komprehensif. Stasiunnya dulu didandanin baru PKL. Untuk senen akan komprehensif penyelesaiannya, tidak bisa parsial," katanya menanggapi proyek yang sama di kawasan Blok M.
Untuk pendanaan proyek yang dipastikan menelan biaya sangat besar ini, akan dibiayai pemerintah dan investor. Ia tidak bisa memastikan pembangunan akan memakan waktu berapa lama karena PD. Pasar Jaya merencanakan membangun maket secara bertahap. "Investor-investor juga sambil membangun," ujarnya.
Konsep Life in Tomorrow's Senen mengetengahkan desain kota yang memperhatikan dua aspek kondisi eksisting kawasan tersebut seperti tata aktivitas Senen dan tata vegetasi Kawasan Senen.
Kondisi eksisting yang ada itu direncanakan akan dikembangkan dengan konsep tata guna lahan, konsep tata aktivitas, konsep tata massa dan pengintegrasian sistem transportasi antara stasiun dan terminal dengan membuat pedestrian mini elevated dan ruang terbuka.
Dengan pengembangan konsep tersebut, sasaran yang akan diwujudkan dengan konsep Kehidupan Esok di Kawasan Senen adalah adanya pedestrian mall, pengembangan bangunan dengan intensitas tinggi sebagai pembentukan kesatuan di dalam kawasan, redevelopment Pasar Senen, membentuk sistem transportasi terintegrasi, memaksimal fungsi hunian, dan refungsionalisasi stasiun kereta api sebagai amphiteater seni dan budaya.
Kawasan akan terbagi menjadi 3 sub kawasan yaitu Sub Kawasan Atrium (memiliki citra positif sebagai pusat perdagangan), Sub Kawasan Pasar Senen (memiliki Citra negatif: semrawut dan rawan kriminalitas) dan Sub Kawasan Stasiun Senen (Citra historis:bangunan cagar budaya (tangible) dan aktivitas pasar tradisional dan aktivitas kesenian (intangible).
badriah





