Ribuan Penduduk Jakarta Menderita TBC
Selasa, 15 Maret 2005 | 20:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asisten Kesehatan Masyarakat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Rohana Manggala menyatakan sekitar 2.500 penduduk di Jakarta menderita penyakit Tuberculosis (TBC). Dari jumlah itu, "1.900 orang dewasa dan 600 anak-anak," ujar Rohana di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/3).
Ia mengklaim DKI Jakarta termasuk daerah terbaik dalam mendeteksi TBC. Menurutnya, DKI bisa mendeteksi sekitar 51 persen penderita dari seluruh penduduk yang diduga.
Ia menjelaskan, penderita TBC di DKI memperoleh pengobatan gratis. Dana pengobatan, katanya, berasal dari bantuan Lembaga Swadaya Masyakarat, Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan bantuan luar negeri.
Menurutnya, akhir Maret ini rencananya pemerintah DKI akan membuat poliklinik TBC di Jakarta Utara. Pemda DKI, katanya, telah menerima dana dari Belanda sebesar Rp 45 juta untuk membangun poliklinik ini. Menurutnya, saat ini telah ada poliklinik TBC dan HIV di Muara Angke, Jakarta Utara. Namun, masih milik Yayasan Sangkrini.
Rencana ini dibenarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Kendati begitu, ia mengatakan tanah yang akan dibangun poliklinik masih ada penghuni liar. Sehingga, "Harus kami tertibkan," ujar Sutiyoso.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Wandaningsih Parmono mengatakan, deteksi penderita TBC di Jakarta lebih ketat. “Kalau ada yang diduga langsung kami periksa, “ kata dia.
Dia mengaku, terjadi peningkatan jumlah penderita dari tahun ke tahun. Hal ini, kata dia, bisa karena jumlah penderita yang bertambah atau deteksi yang lebih ketat. Menurutnya, “Semakin banyak yang ketahuan menderita TBC semakin baik”.
ewo raswa




Komentar Anda :