Pelanggan PLN Keluhkan Besarnya Tagihan Listrik
Kamis, 17 Maret 2005 | 18:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah pelanggan listrik di wilayah Tangerang mengeluhkan besarannya tagihan rekening listrik pada Februari-Maret. Pada bulan itu pembayaran rekening listrik menjadi tiga kali lipat. Syafril Elain, warga Perumahan Bona Sarana Indah, Cikokol, mengaku lonjakan tagihan mencapai Rp 448 ribu. "Padahal, pembayaran sebelumnya cuma Rp 150 ribu," kata dia kepada Tempo, Kamis (17/3).
Dia juga dikecewakan oleh pelayanan PLN area Cikokol Cabang Jakarta Raya dan Tangerang. Syafril yakin peralatan rumah tangga seperti TV, kulkas, dan alat pendingin ruangan, bukan penyebab terjadinya lonjakan tagihan. Dia sudah mengadu ke kantor layanan PLN di Jl. Jenderal Sudirman, Cikokol, Tangerang. "Hasilnya, saya diberikan kelonggaran untuk membayar dua sampai tiga kali," ujarnya.
Atas kesepakatan dengan petugas layanan PLN dirinya cukup membayar Rp 300 ribu, sisanya dibayarkan bulan berikutnya. Tapi, seminggu kemudian datang petugas PLN untuk melakukan pemutusan aliran listrik dengan alasan Syafril menunggak bayar sebanyak Rp770 ribu.
Kejadian serupa menimpa Agus, warga Perumahan Medang Lestari. Tagihan rekening listrik dirumahnya membengkak pada tagihan Februari. Jika sebelumnya membayar Rp 110-120 ribu kini membengkak menjadi Rp 375 ribu. "Peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik hanya TV dan kulkas," kata dia.
Mendengar keluhan pelanggan, Dedi Muhidin, Asisten Manajer Komersil PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Area Pelayanan Cikokol, mengatakan kesalahan tersebut terjadi pada proses pencatatan meter. Menurutnya, proses pencatatan meter dilakukan bukan oleh pegawai PLN. "Kebetulan untuk pencatatan meter di wilayah Tangerang dilakukan sebuah perusahaan, PT Hadico," katanya.
Dedi mengaku, potensi kesalahan pada saat mencatat meteran memang sangat tinggi lantaran penghitungan meteran untuk pelanggan kecil seperti rumah tangga masih manual. Di mana petugas mencatat satu persatu dari rumah kerumah. Ini berbeda dengan penghitungan meteran terhadap pelanggan perusahaan yang memakai cara langsung diakses melalui jaringan pencatatan.
"Penghitungan secara manual memang memungkinkan terjadi kesalahan, tapi jika pelanggan menghadapi masalah seperti itu, silakan komplain ke PLN," katanya. Dedi menambahkan, jumlah pelanggan PLN seluruh wilayah Tangerang sekitar 820 ribu yang mencakup sembilan area pelayanan. Sebanyak 85 persennya adalah rumah tangga.
Joniansyah-Tempo





